Gertam Serempak Nasional, Polbangtan Kementan Kawal Jambi di Batanghari

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Gertam Serempak Nasional, Polbangtan Kementan Kawal Jambi di Batanghari
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto [tengah] selaku PJ Provinsi Jambi memimpin Gertam Serempak di Desa Selat, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dengan luasan lahan tercatat 45 hektar dalam kategori Optimalisasi Lahan (Oplah) 2024.

 

Batanghari, Jambi (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) kembali menggelar Gerakan Tanam (Gertam) secara nasional pada Kamis (30/4) yang dilaksanakan serentak di berbagai sentra pertanian Indonesia sebagai langkah percepatan tanam dan penguatan produksi pangan nasional.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan, meningkatkan indeks pertanaman, serta memastikan ketersediaan beras nasional melalui optimalisasi lahan dan percepatan musim tanam.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Gertam Serempak merupakan bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

“Gertam Serempak adalah energi bersama. Kita harus bergerak cepat meningkatkan produksi, memanfaatkan lahan secara maksimal. Memastikan Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan global,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak, terutama SDM pertanian di lapangan. 

“Petani, penyuluh, brigade pangan, perguruan tinggi vokasi dan pemerintah daerah harus bergerak satu irama. SDM pertanian yang tangguh menjadi kunci sukses percepatan tanam nasional,” ujarnya.

Polbangtan Bogor

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto selaku PJ Provinsi Jambi mengatakan pelaksanaan di Desa Selat, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dengan luasan lahan tercatat 45 hektar dalam kategori Optimalisasi Lahan (Oplah) 2024. 

Sejumlah unsur hadir mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Penanggung Jawab Swasembada Pangan, BBRMP Jambi, BLIP Wilayah Sumsel-Jambi, Direktur Polbangtan Bogor, Kepala Bapeltan Jambi, Sekretaris Dinas Pertanian Batanghari, unsur penyuluh provinsi dan kabupaten. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menuturkan bahwa keterlibatan kampus vokasi Kementan dalam Gertam menunjukkan peran strategis pendidikan vokasi dalam pembangunan pertanian nasional.

"Mahasiswa, dosen dan seluruh civitas akademika tidak hanya belajar di kelas, tetapi hadir langsung mengawal program strategis negara. Ini bukti bahwa pendidikan vokasi harus adaptif dan solutif,” jelasnya.

Merdeka Belajar

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto selaku PJ Provinsi Jambi menegaskan komitmen institusinya mendukung penuh agenda swasembada pangan melalui pendampingan di wilayah Jambi.

"Polbangtan Bogor siap menjalankan tugas pengawalan di Jambi secara optimal. Kami hadir bersama petani, pemerintah daerah, dan penyuluh agar percepatan tanam berjalan sukses serta berdampak nyata terhadap peningkatan produksi,” katanya.

Yoyon Haryanto menambahkan, kehadiran Polbangtan Bogor juga wujud implementasi Merdeka Belajar vokasi pertanian, di mana mahasiswa dan tenaga pendidik terlibat langsung dalam program pembangunan pertanian nasional.

Gertam Serempak diharapkan menjadi momentum penting mempercepat tanam pada berbagai wilayah sentra produksi, sekaligus memperkuat optimisme Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.