Brigade Pangan Riau, Drone Dukung Gertam Serentak Lahan CSR Rokan Hilir

Indonesian Center for Agriculture Training (ICAT) Lembang

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Brigade Pangan Riau, Drone Dukung Gertam Serentak Lahan CSR Rokan Hilir
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika selaku PJ Brigade Pangan Riau [ke-5 kiri] bersama Manajer Brigade Pangan Kita Mandiri, Muhammad Latif bersama tim mengelola lahan 51 hektare di Desa Suak Air Hitam, Kecamatan Pekaitan didukung penyuluh setempat.

 

Rokan Hilir, Riau (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) menggelar kegiatan Gerakan Tanam (Gertam) Serentak pada 17 provinsi di seluruh Indonesia dalam upaya memperkuat swasembada pangan nasional termasuk Provinsi Riau.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Riau mengatakan kegiatan Gertam Serentak digelar pada sejumlah lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Provinsi Riau di antaranya Kabupaten Rokan Hilir.

Kementan melibatkan Brigade Pangan yang didukung alat dan mesin pertanian (Asintan) modern, untuk mendukung akselerasi Gertam Serentak di Riau maupun Rokan Hilir.

Upaya Brigade Pangan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa tanam serentak merupakan langkah strategis, untuk menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan perubahan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional tetap aman,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari pengawalan intensif di lapangan.

“Kunci keberhasilan di lapangan adalah pengawalan oleh penyuluh serta kesiapan petani, untuk segera menanam tanpa harus menunggu kondisi ideal, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika selaku PJ Brigade Pangan Riau mengatakan Gertam Serentak yang dilaksanakan Kamis pekan lalu (09/04) melibatkan sejumlah unit kerja lingkup Kementan, utamanya BPPSDMP beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT).

"Para penyuluh dan petani turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini di lapangan," katanya.

Ajat Jatnika mengapresiasi realisasi tanam padi Riau melampaui target, mencapai 10.873,87 hektar dari target awal 10.000 hektar, yang tersebar pada sejumlah wilayah pengembangan CSR di Riau.

Memurutnya, di Provinsi Riau, Brigade Pangan mendapat kepercayaan untuk mengelola lahan seluas 51 hektare yang digarap oleh tiga tim Brigade Pangan yakni di Desa Suak Air Hitam, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir.

"Pengolahan lahan dilakukan dengan memanfaatkan Alsintan modern," kata Ajat Jatnika.

Olah Lahan Riau

Manajer Brigade Pangan Kita Mandiri, Muhammad Latif menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah lahan menggunakan rotavator dan traktor roda empat sebagai bagian dari persiapan tanam.

“Kami juga memanfaatkan teknologi drone untuk menebar benih di lahan yang telah diolah, sehingga proses tanam menjadi lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika selaku PJ Brigade Pangan Riau turut hadir untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan optimal, khususnya penggunaan drone dalam kegiatan tanam.

“Kami memfasilitasi pengoperasian drone guna mempercepat proses pertanaman serta mempermudah pekerjaan petani,” ungkapnya.

Ajat Jatnika menambahkan, egiatan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain BRMP Provinsi Riau, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rokan Hilir, pemerintah desa setempat, serta para penyuluh dan petani di Desa Suak Air Hitam.

“Ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap upaya swasembada pangan melalui penerapan modernisasi pertanian,” tutup Ajat. [afriski/chetty/timhumas bbpplembang]


 

 

 

Rokan Hilir of Riau [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.