Muswil FK-P4S Jabar Hasilkan Program 5 Tahun, Siap Tancap Gas Swasembada Pangan
Indonesian Center for Agriculture Training (ICAT) Lembang
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 29 – 30 Maret 2026. Kegiatan Muswil menjadi momentum strategis memperkuat kelembagaan, konsolidasi organisasi dan merumuskan arah program kerja lima tahun ke depan.
Hasil Muswil menegaskan komitmen FK-P4S Jawa Barat mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian dan kolaborasi lintas sektor.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
“Swasembada pangan membutuhkan kolaborasi dari semua pihak di sektor pertanian,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan peran strategis P4S sebagai ujung tombak peningkatan kapasitas SDM pertanian.
“P4S menjadi pusat pembelajaran dan regenerasi petani. Melalui pelatihan dan pemagangan, P4S mampu mencetak SDM yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap tantangan global,” katanya.
BBPP Lembang
Kegiatan Muswil dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan metode daring dan luring. Secara langsung, kegiatan diikuti sekitar 50 ketua dan pengelola P4S dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan suasana penuh semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan sektor pertanian.
Pembukaan kegiatan dilakukan Minggu (29/3/2026) oleh perwakilan Kepala BBPP Lembang, Aris Hanafiah. Dalam sambutannya, disampaikan harapan agar Muswil FK-P4S mampu melahirkan gagasan strategis, program inovatif, serta kepengurusan yang solid dan berkomitmen.
Berbagai agenda penting dibahas dalam Muswil ini, termasuk pemaparan praktik baik dari P4S Kurma Azwa Farm yang berhasil mengembangkan usaha peternakan hingga meraih apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto pada pencanangan swasembada pangan di Kabupaten Karawang, 7 Januari 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian dan peternakan memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional dan kolaboratif.
Selain itu, P4S Kurma Azwa Farm juga membuka peluang kerja sama pengembangan peternakan serta program pemagangan generasi muda ke Jepang.
Agenda Strategis
Dukungan penguatan kapasitas juga datang dari BBPP Lembang yang menawarkan berbagai program pelatihan bagi pengelola P4S. Sementara itu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat turut menghadirkan peluang pelatihan teknis, sertifikasi, hingga kerja sama ketenagaan sebagai asesor kompetensi.
Dalam forum tersebut, peserta juga menetapkan agenda strategis organisasi, mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2025 hingga pembentukan kepengurusan baru FK-P4S Jawa Barat periode 2026–2031.
Ketua FK-P4S Jawa Barat terpilih periode 2026–2031, Henda M Suhenda, menyampaikan bahwa Muswil menghasilkan keputusan penting terkait arah organisasi ke depan.
“Muswil telah menyepakati kepengurusan baru, serta merumuskan visi, misi, dan program kerja yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan peran P4S di Jawa Barat,” kata Henda M. Suhenda.
Lebih dari sekadar forum organisasi, Muswil juga menjadi wadah merumuskan program kerja yang adaptif dan responsif terhadap tantangan pembangunan pertanian ke depan, khususnya dalam meningkatkan kapasitas SDM dan memperkuat peran P4S sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan petani.
Melalui Muswil, FK-P4S Jawa Barat diharapkan semakin solid, profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pertanian nasional, termasuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara P4S, pemerintah, dan mitra usaha dalam mendorong terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern di Jawa Barat. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
