Produktif di Usia Senja, Lansia Bandung Belajar Bisnis Pangan di UPT Kementan
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Suasana penuh semangat dan antusias tampak pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang lingkup Kementerian Pertanian RI, menyaksikan 75 siswa Sekolah Lansia Sibulan Kota Bandung mengikuti kegiatan ´Edukasi Pertanian dan Kewirausahaan´ di Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Selasa (5/5).
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengakui meskipun mereka telah memasuki usia lanjut, para peserta tetap aktif belajar mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai jual.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern harus ditopang sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“SDM menjadi kunci utama kemajuan pertanian. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat harus terus dilakukan di semua kalangan,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pembangunan pertanian, dimulai dari penguatan kualitas manusianya, termasuk melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif bagi masyarakat.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan bahwa kegiatan yang difasilitasi oleh Kementan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni BBPP Lembang menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus produktif dan berkarya.
Kunjungan para Lansia disambut hangat oleh Tim Manajemen BBPP Lembang.
"Tidak hanya belajar mengolah produk pangan, rombongan Lansia juga diajak mengunjungi Kawasan Inkubator Agribisnis BBPP Lembang," katanya.
Ajat Jatnika mengungkapkan, para Lansia tersebut melihat langsung budidaya tanaman hias, hidroponik melon sistem irigasi tetes, screen anggur hingga zona Rumah Pangan Lestari.
Sesi Belajar
Dalam sesi pembelajaran, peserta diajak mengenal konsep agribisnis sekaligus praktik langsung pengolahan hasil pertanian.
Para peserta tampak antusias saat mencoba membuat sistik wortel dan es krim jagung bersama widyaiswara BBPP Lembang.
"Selain dikenalkan bahan dan alat, mereka juga mempraktikkan tahapan pengolahan hingga produk siap dikonsumsi," ungkap Ajat Jatnika.
Tak sedikit peserta yang mengaku terinspirasi untuk mencoba usaha rumahan dari hasil pelatihan tersebut.
“Walaupun sudah Lansia, kami tetap ingin produktif. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi peluang usaha tambahan,” kata salah seorang peserta dengan penuh semangat.
Testimoni Peserta
Momen paling menarik terjadi saat peserta mencicipi melon varietas glamour yang tengah memasuki masa awal panen.
Rasa buah yang manis, segar, dan berbeda dari melon di pasaran membuat para peserta terpukau hingga banyak yang memborong hasil panen tersebut.
"Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berwirausaha dapat terus tumbuh di usia senja," kata salah seorang peserta.
Hal itu, ungkapnya lagi, sekaligus memperlihatkan peran pertanian sebagai sumber inspirasi dan peluang ekonomi bagi semua generasi. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
