Ketahanan Pangan, Kementan gandeng TNI AD Latih Prajurit jadi Petani Andal

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Ketahanan Pangan, Kementan gandeng TNI AD Latih Prajurit jadi Petani Andal
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika [tengah] didampingi Kabag Umum, Yullyndra Tisna Diputri [kiri] bersama pimpinan Yonif TP pada pembukaan kegiatan ´Latihan Kader Pelatih Proglatsi Sistem Blok Kompi Khusus´ diikuti 51 prajurit Yonif TP untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Sinergi strategis Kementerian Pertanian RI (Kementan) dan TNI Angkatan Darat terus diperkuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui kegiatan 'Latihan Kader Pelatih Proglatsi Sistem Blok Kompi Khusus Yonif Teritorial Pembangunan (TP)' Tahun Anggaran 2026 yang digelar selama dua pekan, 15 - 26 April 2026.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kegiatan pelatihan berlangsung di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Diikuti 51 prajurit Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dari berbagai wilayah mengikuti pelatihan intensif berupa teori dan praktik lapangan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi sangat penting agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan. Sektor pertanian memiliki keunggulan komparatif yang mampu mendorong perubahan besar bagi bangsa,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing melalui sinergi berbagai pihak, termasuk TNI.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan selama pelatihan, peserta mendapatkan materi Good Agricultural Practices (GAP), teknik budidaya, hingga pascapanen dan pengolahan hasil untuk komoditas padi, palawija, hortikultura, hingga kopi. 

"Sesi klasikal berlangsung di Pusdikter Pusterad pada 15 - 19 April, sementara praktik lapangan digelar di BBPP Lembang pada 21–26 April 2026," katanya.

Ajat Jatnika apresiasi antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat praktik lapangan. Para prajurit langsung terlibat berbagai kegiatan, dari uji pH tanah menggunakan indikator alami ekstrak kol ungu, persemaian benih, hingga pengolahan lahan dengan cultivator dan traktor roda empat.

"Mereka juga dilatih membuat bedengan dengan mulsa plastik, serta praktik pascapanen seperti pengukuran kadar air biji, pemipilan jagung, hingga pengolahan kacang-kacangan," ungkapnya.

Tak hanya itu, peserta turut mempraktikkan penanaman cabai dan jagung di lahan inkubator agribisnis, serta melakukan sortasi, grading, dan pengemasan produk hortikultura seperti tomat, kentang, seledri, pakcoy dan ketimun. 

"Bahkan, mereka diajak mensimulasikan strategi pemasaran hasil pertanian," kata Ajat Jatnika.

Testimoni Prajurit
Di bidang pengolahan hasil, peserta juga mencoba inovasi produk seperti es krim jagung dan stik wortel hingga praktik panen dan pascapanen kopi.

Salah satu peserta, Letda Inf Ari Setyadyi, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini.

“Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus membentuk karakter prajurit yang adaptif dan produktif,” katanya saat penutupan kegiatan.

Letda Inf Ari Setyadyi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Ke depan, kami ingin tidak hanya tangguh dalam tugas militer, juga mampu berkontribusi nyata mendukung ketahanan pangan nasional.”

Melalui kolaborasi tersebut, ungkap Ajat Jatnika, Kementan dan TNI AD menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan demi mewujudkan kemandirian bangsa. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.