Dari Sorbet Mangga hingga Kaktus, Kiat Kementan `Hipnotis` Siswa jadi Petani Muda
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Upaya regenerasi petani terus diperkuat oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Di tengah dominasi petani usia lanjut, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar pertanian tetap produktif dan berdaya saing.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan dengan mengusung konsep Agroeduwisata, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar sejak usia dini.
Sebanyak 51 siswa kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School mengikuti Kunjungan Edukatif pada Selasa (28/4).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis mendorong kemajuan bangsa, dengan generasi muda sebagai penggerak utama.
“Pertanian adalah sektor yang mampu mengubah republik ini. Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang besar,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan tentang pentingnya regenerasi petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Usia petani yang semakin menua menjadi tantangan serius. Di sisi lain, kebutuhan pangan terus meningkat, karena itu, generasi muda harus hadir sebagai penerus,” katanya.
BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapat pengalaman langsung, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga budidaya tanaman hias.
"Di laboratorium pengolahan, peserta dikenalkan pada pembuatan sorbet mangga sebagai contoh produk bernilai tambah," katanya.
Dengan bahan sederhana dan proses yang mudah, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat kewirausahaan sejak dini.
"Para siswa pun antusias mempraktikkan langsung pembuatan sorbet dan mencicipi hasilnya," katanya.
Selain itu, di area screen house tanaman hias, peserta belajar budidaya kaktus dan sukulen, termasuk teknik perbanyakan seperti grafting dan stek daun. Praktik langsung tersebut semakin meningkatkan ketertarikan siswa pada pertanian.
Program Edukatif
Kepala Sekolah SMP Budi Cendekia Islamic School, Tri Wahyuni apresiasi program edukasi yang telah rutin diikuti selama tiga tahun terakhir.
“Program dari BBPP Lembang sangat bermanfaat untuk mengenalkan pertanian kepada siswa. BBPP Lembang memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan menyenangkan,” ujarnya.
Tri Wahyuni berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dengan inovasi semakin berkembang, sehingga mampu menginspirasi lebih banyak generasi muda berkontribusi di sektor pertanian.
“Semoga semakin banyak inovasi yang bisa disebarluaskan kepada pelajar dan masyarakat, agar pertanian Indonesia semakin maju,” tambahnya. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
