Pertanian Modern, UPT Pelatihan Kementan Ajak Santri Aliyah Tekuni Hidroponik

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Pertanian Modern, UPT Pelatihan Kementan Ajak Santri Aliyah Tekuni Hidroponik
BBPP LEMBANG: Kunjungan edukatif 160 santri aliyah dari SMA Aliyah Pondok Pesantren Darussalam diterima oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika [tengah] bersama jajaran manajemen dan widyaiswara pada UPT Pelatihan Kementan di Kabupaten Bandung Barat, Jabar.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Upaya regenerasi petani terus diperkuat Kementerian Pertanian RI (Kementan) guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Di tengah dominasi petani usia lanjut, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pertanian yang produktif, modern, dan berdaya saing.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan sebagai langkah nyata, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mengenalkan teknologi pertanian modern kepada 160 santri tingkat SMA Aliyah Pondok Pesantren Darussalam pada kegiatan edukasi pertanian yang berlangsung Selasa (12/5).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi bangsa dan membutuhkan peran generasi muda sebagai motor pengembangan.

“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” jelasnya.

BBPP Lembang
Kunjungan edukatif 160 santri aliyah dari SMA Aliyah Pondok Pesantren Darussalam diterima langsung Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika bersama jajaran manajemen dan widyaiswara pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

"Para peserta diperkenalkan dengan konsep pertanian modern melalui teknologi hidroponik. yang kini semakin diminati kalangan muda karena lebih praktis, efisien dan memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya.

Perwakilan guru pendamping, Saepudin, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi pertanian menjadi bagian dari program pesantren untuk membekali para santri dengan keterampilan yang dapat diterapkan di masyarakat setelah lulus.

“Kami berharap para santri memiliki wawasan dan bekal keterampilan pertanian sehingga bisa bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ajat Jatnika menambahkan bahwa BBPP Lembang terbuka sebagai pusat pembelajaran pertanian bagi seluruh lapisan masyarakat sekaligus mendukung program nasional swasembada pangan.

Sesi Pembelajaran
Dalam sesi pembelajaran, widyaiswara BBPP Lembang memperkenalkan berbagai sistem hidroponik. Mulai dari Deep Flow Technique (DFT), Nutrient Film Technique (NFT), aeroponik, irigasi tetes, hingga wick system termasuk jenis komoditas yang cocok dibudidayakan pada masing-masing metode.

Tak hanya teori, para santri juga mengikuti praktik langsung di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Mereka mempelajari pembuatan instalasi hidroponik sistem DFT serta berdiskusi mengenai proses budidaya. Mulai dari persemaian, peracikan nutrisi AB mix, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit hingga panen dan pemasaran hasil.

Salah satu peserta, Mulky Abdul Aziz, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut.

“Saya jadi tahu bahwa bertani tidak selalu harus menggunakan tanah. Dengan hidroponik, tanaman bisa tumbuh menggunakan media air. Ini pengalaman dan ilmu baru bagi saya,” katanya.

Melalui kegiatan edukasi pertanian, Kementan berharap semakin banyak generasi muda, khususnya Gen Z yang memandang sektor pertanian sebagai bidang yang modern, inovatif sekaligus menjanjikan sebagai peluang usaha di masa depan. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.