Gerak Nyata BB Pustaka Kementan: Literasi Pertanian Bukan Sekadar Wacana
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Kota Bogor, Jabar (B2B) - Guna mendorong peningkatan minat baca masyarakat serta memperkuat ekosistem literasi di Indonesia, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) berpartisipasi pada kegiatan Book Fair 2026, yang berlangsung di Botani Square Bogor pada Rabu (25/3).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong eksplorasi dan peningkatan literasi pertanian, sebagai langkah strategis mempercepat swasembada pangan, modernisasi pertanian dan mendukung petani milenial.
Mendukung Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa BB Pustaka mampu melakukan transformasi dalam meningkatkan literasi pertanian.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro diwakili Ketua Tim Layanan Perpustakaan Pertanian, Sutarsyah mengungkapkan bahwa pentingnya literasi pertanian sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani dan generasi muda terhadap inovasi teknologi pertanian.
"BB Pustaka telah melakukan berbagai kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat umum sebagai wujud nyata dalam perannya sebagai perpustakaan berbasis inklusi," katanya.
Berbagai program unggulan yang telah dilaksanakan, ungkap Sutarsyah, termasuk pengembangan perpustakaan digital, peningkatan kapasitas SDM dan penyebarluasan informasi pertanian kepada masyarakat dan penyuluh di seluruh Indonesia.
BB Pustaka
Guna lebih mendekatkan diri dengan penggunanya, BB Pustaka mengenalkan berbagai koleksinya melalui aksi nyata di masyarakat. Berbagai kegiatan di gelar seperti Bincang cerdas literasi (BCL), Live of Agriculture Virtual Literacy (love), Pustaka Bergerak (Puber).
Beberapa aksi yang pernah dilakukan diantaranya seperti kegiatan puber dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi kosmetik ecoenzym, dan berbagai kegiatan lainnya.
Selanjutnya Pustakawan BB Pustaka, Muhamad Zuhdi mengungkapkan bahwa dalam menghadapi tantangan global perpustakaan harus bertransformasi dengan mengedepankan konsep perpustakaan digital.
“Melalui literasi yang kuat, diharapkan sektor pertanian mampu beradaptasi dengan tantangan global dan perkembangan zaman," katanya.
Kehadiran BB Pustaka, ungkap Muhamad Zuhdi, memberikan kontribusi penting dalam menyampaikan peran strategis literasi pertanian dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Book Fair 2026
Partisipasi BB Pustaka dalam Book Fair 2026 mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari pengunjung yang menunjukkan tingginya minat terhadap literasi di bidang pertanian.
Dengan keikutsertaan berbagai pihak, termasuk BB Pustaka, Book Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran buku, juga wadah edukasi dan kolaborasi dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia.
Ratusan penerbit turut berpartisipasi dengan menghadirkan beragam koleksi buku dari berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, hingga pertanian.
Selain pameran buku, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai agenda menarik seperti bedah buku, diskusi panel, peluncuran buku, serta sesi temu penulis. [shinta/timhumas bbpustakakementan]
Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.0
