Edukasi Publik, BB Pustaka Kementan gaungkan Kampanye Literasi Pertanian

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Edukasi Publik, BB Pustaka Kementan gaungkan Kampanye Literasi Pertanian
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP diwakili Ketua Kelompok Penerbitan Pertanian, Eni Kustanti mengatakan BB Pustaka berpartisipasi pada Kampanye Literasi di Bundaran HI Jakarta.

 

Jakarta (B2B) - Guna memperluas jangkauan edukasi publik ditengah perkembangan era digital, Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) turut serta gaungkan ´Kampanye Literasi´ di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta pada Minggu (17/5).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan literasi dan inovasi pertanian sebagai strategi percepatan swasembada pangan, modernisasi sektor pertanian, serta menciptakan generasi petani milenial yang kompeten dan berdaya saing.

Disisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti mengungkapkan bahwa BB Pustaka selaku unit kerja yang menaungi pertanian press diharapkan dapat menjadi Agricultural Knowledge Center.

"Pengetahuan menjadi kunci percepatan swasembada pangan Di tengah tantangan besar pembangunan pertanian, dari perubahan iklim hingga menurunnya minat generasi muda," ungkapnya.

Pertisipasi pada Kampanye Literasi, Pertanian Press merupakan anggota Ikapi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye literasi. 

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) ke-76 yang bertepatan dengan Hari Buku Nasional.

Momentum tersebut menjadi ajang kampanye literasi sekaligus pengingat pentingnya buku sebagai fondasi mencerdaskan bangsa di era digital.

Mewakili Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro, Ketua Kelompok Penerbitan Pertanian, Eni Kustanti mengungkapkan bahwa Pertanian Press merupakan unit kerja dibawah naungan BB Pustaka Kementan yang merupakan anggota Ikapi.

"Pertanian Press turut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye literasi yang mengampanyekan literasi dengan membawa spanduk dan materi ajakan membaca," katanya.

Pesan yang disampaikan antara lain membiasakan baca buku minimal satu jam sehari, mendukung pembelian buku asli, bukan bajakan dan mendorong budaya baca sejak dini ini.  

Budaya Membaca

Ketua Umum Ikapi, Arys Hilman dalam orasinya mengajak para generasi penerus untuk menumbuhkan budaya membaca. 

"Para pendiri bangsa ini, Bung Karno dan Bung Hatta serta para pemimpin-pemimpin lainnya telah mencontohkan, bagaimana menjadikan membaca menjadi bagian penting dalam membangun pemikirannya. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara penerbit dan masyarakat serta mendorong kampanye budaya baca di ruang publik," ucapnya.

Kampanye juga diisi dengan kuis literasi yang melibatkan pengunjung CFD. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan buku sebagai bentuk apresiasi, yang turut serta menarik antusiasme masyarakat di lokasi kegiatan.

Kementan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan pegiat literasi dan insan perbukuan yang memadati kawasan CFD. [johanes/shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

 

Jakarta [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.