Tingkatkan IP dan Produksi Pangan, Kementan gelar Gertam Serempak di Banten
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Lebak, Banten (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mempercepat pencapaian target Swasembada Pangan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak yang digelar di Desa Cikeucang Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Sementara kegiatan Gertam Serempak BPPSDMP Kementan dipusatkan di Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti yang diikuti serentak pada 25 provinsi, dengan target luas tanam dan panen mencapai Indeks Pertanaman (IP) 2 di lokasi Oplah dan CSR.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan produksi pertanian nasional terus dilakukan melalui perluasan lahan, rehabilitasi irigasi, dan program strategis lainnya agar Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan impor pangan.
"Dulu Indonesia menjadi pasar besar bagi pangan dunia. Tetapi sekarang kita ingin berdiri di atas kaki sendiri," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa sudah mencapai Luas Tambah Tanam (LTT) sesuai target pada Juli 2026 dan diharapkan dapat mencapai target di seluruh Indonesia.
Menurut Kabadan, Gertam Serempak bukan seremoni, melainkan gerakan tanam bersama, ia mengingatkan para penyuluh agar catatan LTT segera dirapikan.
"Kami menyadari adanya El Nino dalam waktu terakhir, namun di minggu ini masih ada hujan dan menjadi berkah bagi petani untuk terus melakukan pertanaman," katanya.
BB Pustaka
Sementara, Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan (BB Pustaka) Eko Nugroho Dharmo Putro mengungkapkan bahwa Gertam di Provinsi Banten melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BRMP Banten, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, hingga para petani.
"Sinergi tersebut menjadi faktor penting mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian dan meningkatkan indeks pertanaman di berbagai wilayah," katanya.
Menurutnya, keberhasilan Gertam Serempak tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, sarana produksi dan dukungan infrastruktur, juga oleh kapasitas SDM dalam mengelola usaha tani secara efektif.
"Oleh karena itu, literasi pertanian menjadi salah satu kunci penting meningkatkan produktivitas dan produksi pangan nasional," katanya.
Eko Nugroho DP menambahkan, literasi pertanian berperan penting membantu petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Akses informasi, inovasi teknologi, hasil penelitian, dan praktik budidaya yang tepat, mendorong petani dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas lahannya.
"Literasi menjadi salah satu fondasi mendukung keberhasilan Gertam Serempak dan upaya peningkatan produksi pangan nasional," ujarnya.
Penerapan PM-AAS
Eko Nugroho DP mengajak para penyuluh di Provinsi Banten dapat mendampingi petani menerapkan Pertanian Modern Anvanced Agricultural System (PM-AAS) sehingga dapat mendongkrak produksi padi di Provinsi Banten
Penyuluh pendamping, Muhammad Khoiruddin mengungkap bahwa Gertam Serempak di Desa Cipeucang dilaksanakan pada lahan seluas 50 hektare yang dikelola oleh Brigade Pangan (BP) Bunga Padi Milenial.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Perluasan dan Percepatan Areal Tanam dengan menerapkan metode PM-AAS yang menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi padi nasional.
Di Provinsi Banten, target PM-AAS tahun 2026 mencapai 24.612 hektare, sedangkan Kabupaten Lebak mendapat target 4.673 hektare.
Khusus Kecamatan Wanasalam, target yang ditetapkan mencapai 930 hektare. Pada lokasi Gertam Desa Cipeucang, rencana PM-AAS yang akan dilaksanakan seluas 18 hektar.
Sebelum pelaksanaan PM-AAS, ungkap Khoiruddin, produktivitas lahan di lokasi tersebut mencapai rata-rata 6,2 ton per hektare.
"Dengan optimalisasi pertanaman dan dukungan mekanisasi pertanian, produktivitas diharapkan dapat terus meningkat sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan daerah maupun nasional," katanya. [shinta/timhumas bbpustaka]
Lebak of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
