Tangkal Kekeringan, UPT Kementan gandeng Penyuluh & Brigade Pangan Lebak

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Tangkal Kekeringan, UPT Kementan gandeng Penyuluh & Brigade Pangan Lebak
BB PUSTAKA: Plt. Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa di tengah kondisi kekeringan, BP binaan BB Pustaka bergerak cepat dengan menghadirkan pompa air untuk membantu petani mendapatkan sumber air dan mengairi lahan sawah.

 

Lebak, Banten (B2B) - Kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah khususnya Kementerian Pertanian RI (Kementan). 

Di tengah kondisi lahan semakin membutuhkan pasokan air, Balai Besar Pustaka dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) turun langsung ke Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Jumat (3/9) untuk melihat kondisi pertanian sekaligus memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Plt. Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengatakan bersama PPL dan Brigade Pangan (BP), BB Pustaka Kementan mengidentifikasi kondisi lahan dan mencari langkah cepat guna memastikan ketersediaan air bagi pertanaman.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah harus bergerak sebelum kekeringan meluas dan mengganggu musim tanam petani.

"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam. Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pompanisasi dan optimalisasi lahan, termasuk lahan rawa, menjadi strategi penting dalam menghadapi kekeringan akibat El Nino. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus pertahankan produktivitas pangan nasional.

BB Pustaka

Plt. Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawati mengungkapkan bahwa di tengah kondisi kekeringan, BP binaan BB Pustaka bergerak cepat dengan menghadirkan pompa air untuk membantu petani mendapatkan sumber air dan mengairi lahan sawah. 

"Upaya tersebut dilakukan agar petani tetap memiliki kesempatan untuk melakukan pertanaman meskipun kondisi cuaca dan ketersediaan air masih menjadi tantangan," katanya.

Beberapa wilayah yang terdampak, kata Inneke Kusumawati, di antaranya Desa Rahong, Desa Sukamanah, Desa Malingping Selatan, serta sejumlah desa lainnya. 

"Kondisi tersebut membuat ribuan hektare lahan sawah belum dapat ditanami karena minimnya ketersediaan air," katanya lagi.

Brigade Pangan

Manajer BP Mustika Tani Jaya, Malingping, Eka Hasanudin menyampaikan bahwa pengairan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik lahan sawah yang terdampak kekeringan.

“Saat ini kami secara bertahap melakukan pengairan di beberapa titik area sawah yang terdampak," katanya.

Dari ribuan hektare lahan yang terdampak, saat ini baru mampu mengairi puluhan hektare lahan sawah. Keterbatasan jumlah pompa menjadi salah satu kendala memperluas cakupan pengairan. 

Eka Hasanudin menambahkan, BP masih membutuhkan tambahan pompa serta dukungan bahan bakar untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan lahan pertanian.

“Karena itu, kami masih membutuhkan beberapa pompa tambahan sekaligus bahan bakarnya. Untuk mengairi satu hektare sawah, dibutuhkan sekitar 15 liter BBM jenis solar dengan waktu operasi pompa hingga 24 jam secara nonstop,” jelasnya.

Kebutuhan pengairan di wilayah Malingping masih cukup besar. Dengan luas lahan terdampak yang mencapai ribuan hektare, diperlukan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar pengairan dapat menjangkau lebih banyak lahan dan petani dapat kembali melakukan pertanaman.

Koordinasi Lapangan

BP bersama PPL juga terus melakukan koordinasi dengan Tim BB Pustaka untuk menyampaikan berbagai keluhan, kebutuhan, serta persoalan yang ditemukan di lapangan. 

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.

Terakhir, Manajer BP Bunga Padi Wanasalam, Taufiq Ramdan menyampaikan bahwa lahan Gertam PM-AAS yang ditanami pada 31 Juli 2026 memiliki luas sekitar 18 hektare. Namun, akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut, baru ditanami sekitar 5 hektare.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam pengelolaan lahan dan keberlanjutan pertanaman. 

Sumber Air

BP Bunga Padi Wanasalam sangat membutuhkan dukungan sumber air, salah satunya melalui pembangunan sumur bor, agar kebutuhan air untuk pertanaman dapat terpenuhi, terutama saat musim kemarau.

"Kehadiran BP binaan BB Pustaka di tengah kondisi kekeringan menjadi bentuk nyata pendampingan kepada petani. 

Tidak hanya membantu menyediakan sarana pengairan, BP bersama PPL juga terus berada di lapangan untuk memastikan upaya penyelamatan lahan pertanian dapat berjalan secara bertahap.

"Di tengah ancaman kekeringan yang masih melanda, gerak cepat BP diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memberikan harapan bagi petani Malingping agar lahan sawah yang terdampak tetap dapat dimanfaatkan untuk pertanaman. 

Dia berharap dalam waktu singkat bisa mendapat bantuan sumur bor agar tidak gagal panen", tutupnya.[ibrahim/shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

 

 

Lebak of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.