Pustaka Kementan Perkuat Literasi melalui Akreditasi Perpustakaan
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) berkomitmen meningkatkan dan memperkuat kualitas layanan perpustakaan melalui Akreditasi Perpustakaan.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan BB Pustaka mendampingi Tim Asesor dari Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dalam proses akreditasi sejumlah perpustakaan lingkup Kementan, pada 28 - 30 Juli 2026.
Ada tiga perpustakaan lingkup Kementan yang didampingi oleh BB Pustaka yakni Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Balai Riset dan Pengembangan Mutu (BRMP) Unggas dan Aneka Ternak (UAT) serta BRMP Pengelola Hasil. Ketiga UPT tersebut mendapat Akreditasi A.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya literasi, khususnya Literasi Digital bagi generasi muda serta disiplin literasi informasi dalam menyikapi data dan kebijakan pangan nasional.
Mentan mengingatkan tentang literasi dan akses pengetahuan pertanian sebagai fondasi penting guna mendukung pencapaian swasembada serta ketahanan pangan yang berkelanjutan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa literasi pertanian adalah kunci sukses bagi penyuluh dan transformasi layanan pustaka untuk mewujudkan swasembada pangan.
"Literasi pertanian yang kuat sangat penting bagi penyuluh dan petani guna mendukung program swasembada pangan nasional," katanya.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa sebagai instansi pembina perpustakaan pertanian, BB Pustaka berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan Kementan agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dan mampu memberikan layanan informasi yang semakin optimal.
"Pendampingan akreditasi ini, diharapkan perpustakaan-perpustakaan lingkup Kementan semakin berperan sebagai pusat literasi, pengelolaan pengetahuan, dan pembelajaran yang mendukung pembangunan pertanian, serta memberikan manfaat bagi aparatur, pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, akademisi, maupun masyarakat luas, ucapnya.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpusnas, Adin Bondar dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi perpustakaan bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan perpustakaan agar mampu memberikan layanan informasi yang profesional, inovatif, dan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.
"Perpustakaan harus terus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu menghadirkan layanan berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
"Melalui akreditasi, kita memastikan setiap perpustakaan memiliki tata kelola yang baik dan mampu meningkatkan kualitas layanannya secara berkelanjutan," ujarnya.
Adin Bondar mengapresiasi komitmen BB Pustaka yang secara aktif melakukan pendampingan kepada perpustakaan-perpustakaan lingkup Kementan dalam menghadapi proses akreditasi.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem literasi yang semakin kuat sekaligus mendukung pengelolaan pengetahuan di sektor pertanian.
Tata Kelola
Proses penilaian dilaksanakan oleh Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu Jeni Helen Chronika dan Nurcahyono, Tim asesor melakukan verifikasi terhadap berbagai komponen borang akreditasi, mulai dari koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, hingga penguatan tata kelola perpustakaan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara BB Pustaka sebagai pembina perpustakaan lingkup Kementan dengan unit kerja binaan dalam mewujudkan perpustakaan yang profesional, berkualitas, serta mampu mendukung penyediaan informasi dan literasi bagi peneliti, penyuluh, akademisi, dan masyarakat.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian lainnya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan perpustakaan melalui pemenuhan Standar Nasional Perpustakaan serta mengikuti akreditasi secara berkelanjutan. [shinta/timhumas bbpustaka]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
