Belajar Hilirisasi Sereh Wangi, SMKN 1 Tungkal Ilir Kunjungi SMK PPN Kementan

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Belajar Hilirisasi Sereh Wangi, SMKN 1 Tungkal Ilir Kunjungi SMK PPN Kementan
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ruhil Fida (ke-5 kiri) bersama jajaran dan Kepala SMKN 1 Tungkal Ilir, Heryanto serta para siswa.

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Sembawa terus berperan aktif mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan adaptif.

Sebagai bagian dari peningkatan kompetensi di bidang pengolahan hasil pertanian, SMKN 1 Tungkal Ilir melakukan kunjungan industri ke SMK PPN Sembawa, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini diikuti 55 siswa didampingi 15 guru.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan fokus kunjungan diarahkan pada pembelajaran hilirisasi tanaman sereh wangi, mulai dari budidaya, proses penyulingan, hingga pengolahan menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan ini sejalan dengan transformasi pertanian yang terus didorong Kementerian Pertanian, di mana pertanian tidak hanya dipahami sebagai kegiatan produksi, tetapi juga sebagai kegiatan industri yang berbasis inovasi dan nilai ekonomi.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa masa depan pangan nasional berada di tangan generasi muda yang melek teknologi.

“Pertanian bukan lagi soal lumpur dan kemiskinan, tetapi tentang teknologi, inovasi, dan kemandirian ekonomi. Anak muda harus bangga menjadi petani milenial yang menguasai hilirisasi produk,” tegas Mentan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga pendidikan dalam memperkuat kualitas SDM pertanian.

“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan industri. Melalui kunjungan industri, siswa memperoleh pengalaman nyata bagaimana komoditas diolah menjadi produk bernilai tambah. Inilah kunci agar sektor pertanian tetap kompetitif,” katanya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ruhil Fida, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan SMKN 1 Tungkal Ilir yang menjadikan SMK PPN Sembawa sebagai lokasi pembelajaran.

"SMK PPN Sembawa memiliki empat program keahlian, yakni agribisnis ternak unggas, agribisnis pengolahan hasil pertanian, agribisnis tanaman perkebunan, serta agribisnis tanaman pangan dan hortikultura," katanya.

Ruhil Fida menambahkan, Teaching Factory (TeFa) sereh wangi di SMK PPN Sembawa merupakan hasil kolaborasi lintas program keahlian, mulai dari budidaya oleh agribisnis tanaman perkebunan, pengolahan minyak atsiri oleh agribisnis pengolahan hasil pertanian, hingga pemanfaatan limbah oleh agribisnis ternak unggas.

Kepala SMKN 1 Tungkal Ilir, Heryanto, menyampaikan bahwa SMK PPN Sembawa dipilih karena memiliki fasilitas dan praktik pembelajaran yang lengkap.

“Kami ingin siswa melihat langsung bagaimana sereh wangi dikelola secara profesional. Harapannya, pengalaman ini dapat memotivasi siswa untuk berinovasi ketika kembali ke daerah,” ujarnya.

Selama kegiatan, siswa mempelajari teknik panen daun sereh wangi yang tepat untuk menghasilkan rendemen minyak optimal, serta menyaksikan langsung proses penyulingan menggunakan peralatan modern. 

Produk turunan seperti sabun cair, karbol, dan minyak gosok berbahan sereh wangi menjadi daya tarik utama dalam kunjungan tersebut. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, baik di sekolah asal maupun saat terjun ke masyarakat. [wulan/titin/timhumas smkppn sembawa]

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.