Peluang Cadet Trainee, Lulusan SMK PP Kementan Ikuti Rekrutmen Mitra Swasta
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Guna meningkatkan penyerapan alumni pada dunia usaha dan dunia industri (DuDi), SMK PP Negeri Sembawa mengikuti rekrutmen tenaga kerja bagi lulusannya sebagai Cadet Trainee. Rekrutmen digelar oleh PT SBA Wood Industries, perusahaan multi nasional hutan tanaman industri (HTI) eucalyptus/acacia di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan rekrutmen digelar oleh PT SBA secara online pada Senin (12/1) di ruang Perpustakaan SMK PP Negeri Sembawa, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan pada Kementerian Pertanian RI di Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Kegiatan rekrutmen online diikuti oleh 20 siswa kelas XII, yang terdiri atas dari 11 siswa program keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), tiga siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP1), enam siswa ATP2 dan 10 alumni.
Pelaksanaan rekrutmen sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa penguatan pendidikan vokasi merupakan kunci dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan siap kerja.
"SMK binaan Kementan harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap diserap oleh dunia industri dan memiliki daya saing," katanya.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kerja sama dengan DuDi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK PP Kementan
SMKPPN Sembawa
Secara daring HRD PT SBA, Devy Puspita menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kesiapan siswa SMK PP Negeri Sembawa yang dinilai memiliki kedisiplinan, keterampilan dasar, serta karakter kerja yang baik.
Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso menyambut baik pelaksanaan rekrutmen ini dan menyampaikan apresiasi kepada PT SBA atas kepercayaan yang diberikan.
"Rekrutmen bertujuan menjaring lulusan SMK yang memiliki kompetensi, etos kerja, serta kesiapan mental untuk terjun langsung ke dunia usaha dan industri," katanya.
Tahapan seleksi, ungkap Budi Santoso, meliputi pemeriksaan administrasi, tes psikotes, wawancara. Rekrutmen menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMK PP Negeri Sembawa dibutuhkan oleh dunia industri.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi siswa, sekolah serta perusahaan," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, menurut Budi Santoso, pihaknya senantiasa berkomitmen mendukung kebijakan vokasi Kementan mencetak sumber SDM pertanian yang profesional, adaptif dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian dan industri nasional. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
