SMKPP Negeri Kementan Sosialisasi Teknologi Arkansas di Banyuasin Sumsel
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa senantiasa menunjukkan komitmen melakukan transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi mutakhir terbaru berupa ´Sosialisasi dan Tanam Perdana Teknologi Terapan Pertanian Adaptif dan Modern dengan Budidaya Sistem Arkansas´ di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan Kementerian Pertanian RI (Kementan) menggelar kegiatan penarapan teknologi budidaya sistem Arkansas yang dirangkai dengan tanam benih menggunakan drone dan drum seeder, Selasa (3/3) di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Kegiatan tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman senantiasa menekankan bahwa masa depan pangan Indonesia ada di tangan pemanfaatan teknologi dan keterlibatan generasi muda.
"Kita tidak bisa lagi bertani dengan cara lama. Pemanfaatan teknologi terapan seperti sistem Arkansas adalah kunci untuk memastikan ketahanan pangan nasional. Pertanian modern harus presisi, efisien, dan menguntungkan bagi petani," katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan peran penting institusi pendidikan vokasi pertanian mendiseminasikan teknologi tersebut.
"Pendidikan vokasi harus menjadi lokomotif penggerak inovasi di lapangan. Melalui tanam perdana ini, membuktikan bahwa teknologi adaptif bukan sekadar teori, tapi solusi nyata yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat," ungkap Idha.
SMK PP Negeri Sembawa
Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Banyuasin, Sarip secara resmi membuka kegiatan dan menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung inovasi dan kolaborasi lintas sektor dalam peningkatan produksi padi.
"Demonstrasi menjadi wujud nyata penerapan teknologi adaptif dan efisien pada lahan rawa, dengan harapan mampu meningkatkan efisiensi waktu tanam dan produktivitas padi," katanya.
Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan ´Sosialisasi dan Tanam Perdana Teknologi Terapan Pertanian Adaptif dan Modern dengan Budidaya Sistem Arkansas´ di Kabupaten Banyuasin, bertujuan memperkenalkan metode pertanian efisien, hemat air, dan adaptif terhadap perubahan iklim kepada para petani dan generasi muda di wilayah sentra pangan Sumsel tersebut.
"Sistem Arkansas merupakan teknologi manajemen air dan pola tanam yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan," katanya.
Dengan pengaturan irigasi yang presisi dan penggunaan varietas unggul, kata Budi Santoso, diharapkan mampu menjawab tantangan degradasi lahan dan fluktuasi cuaca yang sering dihadapi petani lokal.
Brigade Pangan
Kegiatan dihadiri oleh Kepala BBRMP Sumsel, Noor Roufiq Ahmadi; Kepala BRMP Pasca Panen, Suharyanto selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten Banyuasin; Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Banyuasin, Sarip; Kepala SMK PPN Sembawa Budi Santoso; Camat Tanjung Lago, Joni Gunawan; para penyuluh pertanian, Brigade Pangan dan petani setempat.
Dalam sambutannya, Kepala BBRMP Sumsel , Noor Roufiq Ahmadi menegaskan bahwa penerapan teknologi pertanian modern merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan swasembada pangan.
Budi Santoso mengajak generasi muda melalui wadah Brigade Pangan agar tidak ragu terjun ke sektor pertanian, bukan sekadar partisipasi melainkan langkah konkret mendukung swasembada pangan nasional.
"Dengan peralihan dari metode tradisional ke pengguna alat mesin pertanian (Alsintan) canggih. Alsintan dipandang sebagai kunci utama untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan secara cepat," katanya lagi.
Kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif guna memperkuat sinergi dan solusi nyata di lapangan. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi serta demonstrasi tanam benih menggunakan drone dan drum seeder. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
