Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan gelar Tanam Padi Serentak di Sumsel

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan gelar Tanam Padi Serentak di Sumsel
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso [tengah] bersama Danramil Mariana, Kapoksi dan Katimker Penyuluh Sumsel, Katimker Penyuluh Banyuasin, Kadis Merah Mata, Koordinator Penyuluh Banyuasin l dan lainnya.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) menunjukkan komitmennya pada peningkatan produksi padi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian. 

Kementan melalui SMK PP Negeri Sembawa selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar ´aksi tanam padi serentak´ di Kecamatan Banyuasin l Kabupaten Banyuasin pada Kamis (26/02). 

Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan, untuk memastikan ketersediaan pangan di tengah tantangan iklim global.

Kegiatan melibatkan Danramil Mariana, Kapoksi Penyuluh Sumsel, Katimker Penyuluh Sumsel, Katimker Penyuluh Kab Banyuasin, Kadis Merah Mata, Koordinator penyuluh Banyuasin l, Penyuluh pertanian Banyuasin I, POPT, BP,  Poktan dan Gapoktan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong seluruh elemen Kementerian Pertanian untuk bekerja luar biasa demi mengamankan stok pangan nasional. Terkait aksi di lapangan, Mentan menegaskan pentingnya kolaborasi.

"Lahan-lahan yang berpotensi, termasuk melalui skema cetak sawah rakyat (CSR), harus segera dioptimalkan, setiap jengkal tanah harus menghasilkan pangan untuk meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan pemanfaatan lahan CSR membuktikan bahwa SDM kita kreatif dalam mencari solusi perluasan area tanam. 

"SDM Pertanian termasuk generasi muda dan para penyuluh adalah kunci keberhasilan program swasembada pangan. Aksi tanam serentak membuktikan bahwa pendampingan yang intensif dan penerapan inovasi teknologi mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan," katanya. 

SMKPPN Sembawa
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian ( Kapusdiktan), Muhammad Amin memberikan apresiasi tinggi atas semangat para petani. Ia menegaskan bahwa keberhasilan cetak sawah bukan hanya soal fisik lahan melainkan juga kapasitas SDM yang mengelolanya.

"Lahan cetak sawah rakyat ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk berdaulat secara pangan. Namun yang paling penting adalah bagaimana petani kita mengadopsi teknologi pertanian modern di lahan baru ini, dan memastikan bahwa pendampingan akan terus dilakukan agar produktivitasnya meningkat," katanya.

Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan tanam serentak dilaksanakan pada lima provinsi di seluruh Indonesia salah satunya di Kabupaten Banyuasin, Sumsel berlokasi di BP Tani Makmur, Kecamatan Banyuasin l.

Sebagai PJ Brigade Pangan (BP) Sumatera Selatan, Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso tidak hanya mengawasi, juga memastikan solusi terhadap kendala-kendala yang dihadapi petani di Kecamatan Banyuasin l mulai dari akses benih hingga optimalisasi alat mesin pertanian (Alsintan).

"Kegiatan tanam serentak ini diharapkan dapat memotivasi wilayah lainnya di Sumatera Selatan untuk mempercepat masa tanam, sehingga target produksi padi nasional tahun ini dapat tercapai secara maksimal," katanya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.