Petualangan Hijau, Siswa SMP Belajar Pertanian Modern di SMKPP Kementan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK PP Negeri Sembawa, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi pertanian bagi generasi muda.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui ´Kunjungan Edukasi Hortikultura´ yang diikuti 39 siswa SMP IT Insan Mandiri Cendekia Palembang di SMK PPN Sembawa, Senin (25/5).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya regenerasi petani sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
“Pertanian modern bukan lagi soal cangkul dan lumpur semata, melainkan teknologi dan inovasi. Kita harus menarik minat generasi muda sejak dini agar mereka melihat sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan dan bermartabat,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai edukasi pertanian sejak usia sekolah penting untuk mengubah stigma terhadap sektor pertanian.
“Kami mendorong seluruh UPT pendidikan terbuka bagi lembaga pendidikan lain. Anak-anak perlu melihat bahwa belajar pertanian itu menyenangkan. Melalui fasilitas teaching factory di SMK PPN Sembawa, mereka dapat mengenal langsung wajah pertanian masa depan,” ujar Idha.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menambahkan bahwa kunjungan edukatif ini menjadi bagian penting memperkuat minat generasi muda pada agribisnis.
“Diharapkan tumbuh kecintaan terhadap sektor hortikultura sekaligus memperkenalkan kemajuan pendidikan vokasi pertanian dalam menjawab tantangan pangan global,” katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan langsung dengan dunia pertanian modern melalui praktik di lapangan.
"Mereka belajar sejumlah teknik budidaya hortikultura, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman sayur dan buah hingga pengenalan sistem hidroponik yang diterapkan di lingkungan sekolah," katanya.
Selama kegiatan berlangsung, kata Budi Santoso, para siswa didampingi guru pendamping serta siswa senior SMK PPN Sembawa.
"Mereka diperkenalkan pada berbagai komoditas hortikultura, efisiensi penggunaan air dan nutrisi tanaman, hingga teknik penanganan hasil panen agar tetap segar dan bernilai ekonomi tinggi," ungkapnya lagi.
Eksplorasi Unit Praktik
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca menjelaskan bahwa SMK PPN Sembawa memiliki empat program studi (Prodi) unggulan yakni Tanaman Pangan Hortikultura, Tanaman Perkebunan, Ternak Unggas, dan Pengolahan Hasil Pertanian.
Titin Pransisca juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama kunjungan karena sebagian area sekolah tengah direnovasi.
“Kami berharap kondisi tersebut tidak mengurangi esensi pembelajaran. Para siswa dipersilakan mengeksplorasi berbagai unit praktik secara aktif, mulai dari pembuatan kompos, budidaya anggrek, budidaya cabai, hingga unit ayam petelur,” jelasnya.
Titin Pransisca juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan SMP IT Insan Mandiri Cendekia Palembang yang memilih SMK PPN Sembawa sebagai lokasi pembelajaran pertanian.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi awal kolaborasi berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang peduli terhadap pangan dan lingkungan,” tambahnya.
Panen Bersama
Ketua Pelaksana dari SMP IT Insan Mandiri Cendekia Palembang, Beby Permata Antari, turut menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan pihak SMK PPN Sembawa.
“Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang pertanian dan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi awal terjalinnya silaturahmi dan kerja sama pendidikan yang berkelanjutan,” ungkap Beby.
Kegiatan ditutup dengan sesi panen bersama di lahan hortikultura. Para siswa diperbolehkan membawa pulang hasil panen sebagai kenang-kenangan sekaligus pengalaman belajar langsung tentang pertanian modern di SMK PPN Sembawa. [wulan/titin/timhumas smkppnswmbawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
