Lulus 100%, 153 Siswa SMK PP Kementan Siap Kerja, Kuliah PTN & Go Internasional

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Lulus 100%, 153 Siswa SMK PP Kementan Siap Kerja, Kuliah PTN & Go Internasional
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan 153 siswa dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen seraya apresiasi capaian para siswa yang menyelesaikan pendidikan tiga tahun hingga dinyatakan lulus seluruhnya.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Sembawa menggelar ´Pelepasan dan Kelulusan Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026´di halaman kampus SMK PP Negeri Sembawa, Kamis (21/5). 

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan berlangsung khidmat dan meriah yang dihadiri siswa, orang tua, pejabat Kementerian Pertanian RI (Kementan), pemerintah daerah, dunia usaha dan industri serta sejumlah stakeholders.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini membutuhkan generasi muda yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian nasional.

“Pertanian saat ini membutuhkan generasi muda yang kreatif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian Indonesia,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengingatkan lulusan agar terus meningkatkan kompetensi dan menjaga semangat belajar sepanjang hayat.

“Lulusan pendidikan vokasi pertanian harus menjadi SDM pertanian yang profesional, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di sektor pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan sebanyak 153 siswa dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.

Para lulusan berasal dari program keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan sebanyak 63 siswa, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (32), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (30) dan Agribisnis Ternak Unggas (28).

"Dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra dunia usaha dan industri, sebagai upaya memperkuat kerjasama bidang pendidikan, praktik kerja lapangan atau PKL, magang hingga penyerapan tenaga kerja lulusan," kata Budi Santoso.

Dia mengapresiasi capaian para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun serta dinyatakan lulus seluruhnya.

Tidak hanya memperoleh ijazah, ungkap Budi Santoso, seluruh lulusan juga mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementan.153 siswa dinyatakan kompeten sesuai bidang keahliannya.

Adapun tujuh skema sertifikasi kompetensi yang diujikan meliputi Mandor Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit, Mandor Pemanenan Kelapa Sawit, Pembudidayaan Tanaman Sayuran, Operator Kesehatan Unggas/Vaksinator, Operator Kandang Unggas Pedaging, Pembuatan Susu Kedelai, serta Pembuatan Tempe.

Capaian Lulusan

Budi Santoso melaporkan sejumlah capaian lulusan. Dari total 153 lulusan, sebanyak 20 orang telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan dan industri, antara lain sektor perkebunan, peternakan, logistik, hingga agribisnis. 

Selain itu, 16 lulusan berhasil diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNBP, termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Sriwijaya (Unsri).

Sebanyak 19 lulusan lainnya diterima di Polbangtan dan PEPI melalui jalur undangan dan prestasi akademik, sementara sembilan siswa mengikuti program bantuan kerja luar negeri dari Kemendikdasmen.

“Pencapaian yang telah diraih saat ini merupakan langkah awal menuju cita-cita, baik sebagai pencari kerja, pencipta lapangan kerja, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujar Budi.

Program Strategis

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, menyampaikan sejumlah program strategis pertanian nasional dari hulu hingga hilir, termasuk pembangunan 12 pusat produksi unggas nasional dan optimalisasi jutaan hektare lahan sawit untuk membuka peluang kerja besar di sektor pertanian.

Menurutnya, peluang tersebut menjadi kesempatan bagi lulusan SMK PP Negeri Sembawa yang memiliki kompetensi spesifik agar dapat terserap melalui program magang maupun penempatan kerja.

“Peluang kerja ini ditargetkan bagi lulusan SMK PP Negeri Sembawa yang memiliki keahlian khusus. Sekolah perlu segera koordinasi untuk memaksimalkan program magang dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Apresiasi Daerah

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda)Pemkab Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, mendorong transformasi SMK PP Negeri Sembawa menjadi politeknik atau sekolah tinggi pertanian guna memperkuat kualitas SDM agrobisnis di Banyuasin sebagai salah satu daerah penopang produksi pertanian nasional.

"Momentum kelulusan ini menjadi penanda lahirnya generasi muda pertanian yang kompeten, tersertifikasi, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung pembangunan pertanian Indonesia di masa depan," katanya.

Acara ditutup dengan prosesi pelepasan siswa kelas XII, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, penampilan seni budaya, sesi foto bersama, serta ramah tamah dengan seluruh tamu undangan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.