Perkuat Link & Match, SMKPP Kementan gandeng Iduka Dukung Lulusan Siap Kerja
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK-PP Negeri Sembawa kembali menegaskan komitmennya mencetak SDM pertanian unggul dan kompeten siap memasuki dunia kerja via penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (Iduka) serta sejumlah stakeholders.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan langkah tersebut menjadi strategi penting Kementerian Pertanian RI (Kementan) guna memperkuat sinergi pendidikan vokasi pertanian dengan kebutuhan industri dan perkembangan sektor agribisnis modern.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan generasi muda yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki jiwa kewirausahaan.
“Pertanian masa depan harus diisi oleh SDM muda yang unggul, terampil, dan mampu menjawab tantangan global. Pendidikan vokasi harus menjadi motor penggerak lahirnya petani milenial dan wirausahawan muda pertanian,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP)Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dengan dunia industri untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi.
“Link and match antara lembaga pendidikan vokasi dengan dunia industri harus terus diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja serta mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri,” katanya.
Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa kemitraan strategis dengan Iduka merupakan implementasi nyata revitalisasi pendidikan vokasi pertanian yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan daya saing global.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan penandatanganan MoU dilaksanakan di kampus sekolah pada rangkaian kegiatan ´Pengukuhan dan Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Kamis (21/5).
"Kerjasama yang dibangun mencakup sejumlah bidang strategis, di antaranya praktik kerja lapangan, sinkronisasi kurikulum berbasis industri, pengembangan Teaching Factory (TeFa) dan sertifikasi kompetensi hingga peluang penyerapan lulusan di dunia kerja," ungkap Budi Santoso.
Dalam kesempatan tersebut, katanya lagi, SMK-PP Negeri Sembawa menandatangani MoU dengan tujuh instansi dan perusahaan dari sektor pemerintahan dan Iduka.
Mitra kerja sama tersebut meliputi CV Agro Jovinn Farm, CV Pulau Jaya Mandiri Farm, Green House Sumatera Selatan Indonesia, PT Bukit Arta Sentosa, PT Gotama Arifsyah Estate, LPK D’Sakura Cendekia, dan BP3MI Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Staf Khusus Menteri Pertanian Sam Herodian, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim dan dihadiri jajaran manajemen sekolah, mitra industri, stakeholder, guru, dan peserta didik.
Kolaborasi Iduka
Kepala SMK-PP Negeri Sembawa, Budi Santoso, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Iduka merupakan bagian penting mewujudkan pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
"Kerjasama diharapkan mampu membuka akses pembelajaran lebih luas bagi siswa, meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus memperbesar peluang kerja maupun kewirausahaan di sektor pertanian modern," katanya.
Melalui penandatanganan MoU tersebut, ungkap Budi Santoso, SMK-PP Negeri Sembawa berharap dapat terus memperluas jejaring kemitraan dan menghadirkan pendidikan vokasi pertanian yang berkualitas, modern, serta mendukung percepatan pembangunan pertanian nasional menuju swasembada pangan dan terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pengalaman industri bagi siswa dan percepat penyerapan lulusan di dunia kerja,” ujarnya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
