Percepatan LTT, Kementan gelar Tanam Bersama di Lokasi Oplah Banyuasin Sumsel
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui program Optimasi Lahan (Oplah) menunjukkan komitmennya meningkatkan produksi padi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.
Komitmen Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melakukan tanam bersama bagi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) pada lokasi Oplah di Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (19/2).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan harapannya agar program Oplah mampu memberikan dampak signifikan bagi kemandirian pangan.
"Kita menargetkan oplah ini dapat menghasilkan setidaknya dua hingga tiga kali panen dalam satu tahun. Potensi alam yang subur dan air yang melimpah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan," ujarnya.
Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti menuturkan bahwa SDM pertanian memegang peran sangat penting dalam perkembangan pertanian, karena menjadi faktor utama peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan.
Presiden RI Prabowo Subianto, katanya, sudah mendeklarasikan swasembada pangan, perjuangan swasembada agar berkelanjutan, penyuluh dan petani harus tetap termotivasi. Hal ini dapat menjadi semangat untuk peningkatan produktivitas menjadi 6 ton per hektare, peningkatan indeks pertanian meningkat.
"Penyuluh harus terus melakukan pendamping brigade pangan agar paham proses bisnis, melakukan konsolidasi lahan dgn pemilik lahan dengan kerjasama minimal 5 tahun," katanya.
Kabalai Idha menambahkan, dukungan pemerintah seperti subsidi pupuk, bantuan benih, dolomit, pestisida dan herbisida serta Badan SDM sudah mempunyai MOU dengan Bulog untuk menyerap gabah petani Brigade Pangan.
"Kementan juga menginisiasi pendirian SPBU-Pertanjan untuk meningkatkan produksi Banyuasin sebagai percontohan proyek pertanian modern. Sumsel diharapkan menjadi produsen beras nomor satu di Indonesia bisa tercapai," ungkap Idha.
SMKPPN Sembawa
Bupati Banyuasin diwakili Asisten III Zakirin menyampaikan Kabupaten Banyuasin mendukung ketahanan pangan, dengan komitmen dimana kabupaten Banyuasin penghasil gabah dan peningkatan produksi padi peringkat pertama di Indonesia.
"Harapannya untuk tahun 2026 dapat meningkatkan untuk produktivitas dari 5 hektar menjadi 6 Hektar dan peningkatan indek pertanaman sehingga Banyuasin tetap mendukung swasembada Pangan." Harap Zakirin.
Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mengatakan, Kabupaten Banyuasin untuk Oplah 2024 berhasil melakukan Indeks Pertanaman (IP) sampai tiga (IP300).
"Lokasi yang sedang kita tanami sekarang merupakan penanaman kedua kali setelah panen. Di tahun 2025 seluas 11.700 hektare dan 48 BP," katanya.
Budi Santoso menambahkan, tahun 2026 mencapai 23.800 hektar dengan 119 BP, sedangkan untuk CSR di Banyuasin mencapai 30 persen, "sesuai arahan Mentan, jangan menunggu, langsung proses tanam." [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
