Gelar MAF, SMKPPN Kementan `Sharing` Strategi Perkuat Swasembada Pangan

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Gelar MAF, SMKPPN Kementan `Sharing` Strategi Perkuat Swasembada Pangan
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan Webinar MAF oleh SMK PPN Sembawa sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa kepastian pasar bagi petani adalah prioritas utama.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian RI melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan khususnya SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Sembawa dengan menggelar webinar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 7 bagi SDM pertanian.

Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Webinar MAF kali ini mengangkat isu krusial bagi ketahanan pangan nasional, ´Dari Petani ke Cadangan nasional: Penyerapan gabah Bulog untuk swasembada pangan Berkelanjutan´ di Kampus SMK PP Negeri Sembawa, Sabtu (14/2). Webinar diikuti ratusan peserta dari kalangan petani milenial, pelaku usaha agribisnis, akademisi dan instansi pemerintah.

Kegiatan Webinar MAF oleh  SMK PPN Sembawa sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa kepastian pasar bagi petani adalah prioritas utama.

"Petani adalah pahlawan pangan. Kita harus pastikan hasil panen mereka terserap dengan baik oleh Bulog dengan harga yang menguntungkan petani. Jika hilirisasi berjalan baik, swasembada pangan bukan lagi sekedar mimpi," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa peran anak muda dan penyuluh sangat vital.

"Transformasi pertanian membutuhkan sinergi antara teknologi dan kelembagaan agar petani milenial memiliki pemahaman yang utuh mengenai rantai pasok cadangan nasional bekerja. Penguatan kapasitas SDM adalah kunci agar gabah yang dihasilkan memenuhi standar cadangan nasional," katanya.

SMK PPN Sembawa
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan seperti yang kita ketahui Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan di Karawang, belum lama ini, bahwa Indonesia telah swasembada pangan dan itu merupakan pencapaian yang luar biasa, 

"Terima kasih kami sampaikan dari Kementan kepada petani, penyuluh serta stakeholder yang memberikan dukungan percepatan swasembada pangan," katanya mengutip arahan Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, belum lama ini.

Budi Santoso menambahkan, salah satunya peran Perum Bulog sebagai off taker untuk menampung hasil produksi petani, terutama budidaya gabah. 

Tahun 2025, Perum Bulog ditargetkan tiga juta ton, tahun 2026 ada penambahan 4 juta ton. Bukan hanya padi atau gabah termasuk juga jagung, dan kedelai untuk diserap oleh Perum Bulog. 

"Tentunya materi pagi ini penting sekali bagi penyuluh maupun petani bagaimana caranya hasil pertanian atau produksinya langsung terserap oleh petani kita," ungkap Budi Santoso.

Narasumber MAF
Webinar MAF menghadirkan tiga narasumber yang terbagi dalam tiga sesi materi utama. Materi pertama, Rinaldy Pratama selaku Manager Pengadaan Bulog Kanwil Sumsel dan Babel memaparkan strategi penyerapan gabah di Sumatera Selatan. 

"Hal itu menjadi dasar, kenapa Perum Bulog untuk membeli gabah di tingkat petani berdasarkan Inpres No 6 tahun 2025 dan juga berdasarkan instruksi dari Bapenas," katanya.

Rinaldy Pratama menambahkan, Perum Bulog berkomitmen menjaga harga di tingkat petani agar tidak anjlok. Penekanan diberikan pada pentingnya menjaga kadar air dan tingkat kebersihan gabah agar sesuai regulasi pemerintah, sehingga Bulog dapat menyerap hasil panen secara maksimal untuk memperkuat stok pangan daerah.

Materi kedua oleh Zaid Subrata, penyuluh pertanian Kabupaten Banyuasin yang menekankan Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan melalui koperasi, Poktan/Gapoktan, UPJA, Bumdes yang perlu didampingi. 

"Dengan strategi penguatan kapasitas petani melalui edukasi standar mutu gabah, pelatihan pasca panen, peningkatan manajemen usaha tani, dan peningkatan administrasi kelembagaan," katanya. 

Dengan kelembagaan yang kuat akses terhadap alat mesin pertanian dan pembiayaan menjadi lebih mudah yang pada gilirannya meningkatkan kualitas serapan gabah oleh Bulog.

Materi terakhir oleh Jabar Isnur Rahman, petani muda Kabupaten Banyuasin menyampaikan pengalaman lapangan dan harapan petani. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.