Dorong Riset Pertanian Mendunia, Kementan Latih Penulisan Jurnal Bereputasi
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Upaya mengangkat capaian sektor pertanian Indonesia ke level global terus diperkuat, Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar ´Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Artikel Jurnal Internasional di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (10/4).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan pelatihan diikuti oleh widyaiswara, dosen, mahasiswa program doktoral, serta pejabat fungsional tertentu sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berdaya saing global.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya riset berkelanjutan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
“Intinya adalah semua komoditas pertanian yang produktivitasnya rendah akan diteliti melalui tim khusus dari berbagai perguruan tinggi, yang bekerja secara berkelanjutan,” katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa SDM merupakan faktor kunci mendorong produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut hadir, untuk menjawab tantangan diseminasi informasi di sektor pertanian.
“Banyak capaian dan praktik di sektor pertanian yang sebenarnya sangat layak diketahui publik luas, kendati demikian, penyampaiannya melalui tulisan ilmiah masih belum optimal,” katanya.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, di bawah kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman, sektor pertanian Indonesia menunjukkan berbagai capaian signifikan, termasuk keberhasilan swasembada pada sejumlah komoditas strategis.
Apabila capaian tersebut didukung dengan data yang kuat dan disajikan dalam publikasi ilmiah bereputasi, ungkapnya, maka dunia internasional akan semakin memahami potensi dan kemajuan pertanian Indonesia.
“Kita tidak hanya berbicara di dalam negeri, juga bagaimana dunia melihat capaian luar biasa sektor pertanian kita,” ungkap Jamaluddin Al Afgani.
Penguatan Analisis
Pelatihan menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Prof Dr Ir Baharuddin dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang membawakan materi Bedah Topik Riset Strategis Pembangunan Pertanian Terkini. Mengulas arah dan peluang riset menjawab tantangan pembangunan pertanian saat ini dan ke depan.
Selain itu, Prof Muhammad Arsyad, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Editor Berkala Ilmiah Indonesia (HEBII) menyampaikan materi terkait penguatan analisis dan sintesis artikel ilmiah agar layak publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Kegiatan dimoderatori oleh Tenaga Ahli Mentan, Abdul Haris Bahrun, yang memandu diskusi secara interaktif.
Peserta pun mendapatkan pemahaman komprehensif, mulai dari penentuan topik riset, metodologi penulisan hingga strategi publikasi di jurnal internasional.
"Melalui pelatihan ini, BBPP Batangkaluku berharap lahir lebih banyak karya ilmiah dari insan pertanian yang mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus mendukung percepatan terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan nasional," harap Jamaluddin Al Afgani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
