Literasi Digital Sumber Informasi, Kementan Perkuat Kapasitas SDM Pertanian
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus mempercepat penerapan digitalisasi di sektor pertanian, salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan upaya tersebut diwujudkan Kementan, dengan menggelar kegiatan Literasi Informasi Pertanian di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Senin (6/4).
Kegiatan bertujuan, membekali para pejabat fungsional dengan keterampilan literasi informasi pertanian agar lebih cakap menelusuri, mengakses, dan mengolah informasi terpercaya yang mendukung kinerja dan pengambilan keputusan di bidangnya.
Pejabat Fungsional BIB Lembang antara lain Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Bibit Ternak, Pengawas Mutu Pakan dan fungsional lainnya mengakses, menelusuri dan memanfaatkan informasi pertanian dari sumber terpercaya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemuda memiliki peran strategis menjawab berbagai tantangan bangsa, terutama di sektor pertanian.
"Dengan semangat tinggi dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi, generasi muda dinilai sebagai motor utama, mendorong transformasi pertanian menuju arah lebih maju dan modern," katanya.
Mentan Amran menegaskan, kunci keberhasilan terletak pada karakter yang kuat, jujur, disiplin, pekerja keras serta mandiri tanpa bergantung pada orang lain.
Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widhi Arsanti menegaskan bahwa sektor pertanian perlu melakukan transformasi agar mampu menjawab tantangan global.
"Pertanian masa depan harus berkembang menjadi sektor yang kuat, modern, dan kompetitif. Hal tersebut dapat dicapai melalui penerapan inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kualitas SDM yang unggul," katanya.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro diwakili Ketua Tim Kerja (Katimker) Layanan Perpustakaan, Sutarsyah mengatakan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis mendukung kinerja instansi.
“Perpustakaan tidak hanya sebagai penyedia informasi, juga menjadi basis data yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yang akurat dan terpercaya,” katanya.
Sutarsyah mengingatkan, bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan pegawai menelusuri informasi dari sumber terpercaya, termasuk pemanfaatan jurnal internasional yang telah dilanggan.
“Sumber daya pengetahuan sangat penting untuk menunjang kinerja instansi, sehingga kemampuan mengakses dan mengelola informasi harus terus ditingkatkan,” tambahnya.
Lebih dari itu, kata Sutarsyah, pemanfaatan digitalisasi menjadi faktor penting mewujudkan mimpi besar Indonesia, yakni swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia.
BIB Lembang
Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara yang diwakili Kepala Sub Bagian (Kasubag) TU, Wulandini Sholihah menyampaikan pentingnya literasi informasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Buku adalah jendela dunia. Ketika kita mulai jarang membuka buku, setidaknya kita tetap membuka akses informasi melalui perangkat digital untuk memperoleh pengetahuan,” ujarnya.
Wulandini menambahkan bahwa sejak 2020, tuntutan kerja semakin cepat dan membutuhkan informasi yang akurat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pegawai dapat terus meningkatkan pengetahuan, memanfaatkan jurnal ilmiah, serta memperkaya kosakata ilmiah yang menunjang pekerjaan,” tambahnya.
Unggah Dokumen
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan sejarah dan profil BB Pustaka, serta program unggulan layanan perpustakaan.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai layanan digital, termasuk akses ke web repositori pertanian, jurnal EBSCO dan ProQuest, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi ilmiah terpercaya.
Penyampaian materi dilengkapi penayangan video profil dan promosi layanan BB Pustaka.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung.
Pada sesi praktik, suasana berjalan kondusif di mana peserta dibimbing melalui layar presentasi yang ditampilkan di depan.
Selain itu, tim kerja layanan juga secara aktif mendampingi peserta secara langsung di tempat duduk masing-masing.
Bimbingan Personal
Peserta yang mengalami kesulitan dibimbing secara personal hingga benar-benar dapat mengakses jurnal dan sumber informasi yang tersedia.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, salah satunya terkait cara mengunggah dokumen majalah lama sejak tahun 2010 yang belum terdigitalisasi.
Hal itu menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap pengelolaan informasi yang lebih baik di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan keterampilan literasi informasi, khususnya dalam menelusuri dan memanfaatkan sumber informasi terpercaya.
Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung kinerja dan pengambilan keputusan di lingkungan BIB Lembang. [shinta/timhumas bbpustaka]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
