Sinergi Kementan, Polri dan BMKG Tanam Perdana Jagung 3 Hektar di Kota Banjarbaru
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Kota Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian RI (Kementan) sinergi dengan Kepolisian RI (Polri) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar ´Tanam Perdana Jagung´ seluas tiga hektar sekaligus serah terima sarana produksi pertanian (Saprodi) di Kota Banjarbaru, Kalsel pada Senin (30/3).
Sinergi ketiga lembaga dilakukan oleh SMK-PP Negeri Banjarbaru bersama Polres Kota Banjarbaru dan BMKG wilayah Kalsel mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan tanam perdana jagung dilaksanakan pada lahan seluas tiga hektar, sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah menuju visi Indonesia Maju dan Indonesia Emas.
Kegiatan tanam perdana sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa Kementan terus fokus meningkatkan produksi komoditas strategis, terutama padi dan jagung, guna mempercepat capaian swasembada pangan nasional.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan.
“Seluruh pemangku kepentingan harus berkolaborasi dan berkoordinasi. Peran petani sangat vital dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Untuk mencapai swasembada, kita harus bekerja bersama secara konsisten,” katanya.
SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, menjelaskan bahwa kegiatan tanam perdana tidak hanya mengejar target produksi, juga menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik (Teaching Factory/TeFa) bagi siswa.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar langsung budidaya jagung dari hulu hingga hilir, termasuk strategi pemasaran hasil panen,” katanya.
Kaposko Ketahanan Pangan Polres Banjarbaru, Iptu Muslim menegaskan dukungan penuh Polri melalui bantuan benih dan pupuk. Sinergi diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
"Dalam kegiatan ini digunakan benih jagung hibrida unggul yang tahan terhadap herbisida serta telah melalui perlakuan khusus (seed treatment) berupa insektisida, fungisida, dan zat perangsang tumbuh," katanya.
Angga Tri menambahkan, penggunaan benih diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko serangan hama dan gulma.
Fenomena El Niño
Dari sisi iklim, BMKG Kalimantan Selatan mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca dalam waktu dekat. Perwakilan BMKG Kalsel, Enu Bahtiar Setiawan mengatakan bahwa curah hujan di wilayah Kota Banjarbaru masih berada pada kategori menengah pada April,
"Musim kemarau diprediksi datang lebih awal pada awal hingga pertengahan Mei, seiring pengaruh fenomena El Niño," katanya.
Enu Bahtiar Setiawan menambahkan, BMKG mengimbau petani dan pengelola lahan untuk rutin memantau informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG guna mendukung pengambilan keputusan budidaya yang lebih tepat.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri AP menambahkan melalui sinergi tersebut, pihaknya selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan menegaskan komitmennya mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus mencetak generasi muda pertanian yang adaptif dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian menjadi kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung ke lapangan. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru City of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
