Luluskan 100% Siswa, SMK-PPN Kementan di Banjarbaru, Cetak Petani Muda Unggul

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Luluskan 100% Siswa, SMK-PPN Kementan di Banjarbaru, Cetak Petani Muda Unggul
SMKPPN BANJARBARU: Seluruh siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 menyambut gembira pengumuman kelulusan 100%, berdasarkan hasil Rapat Dewan Guru, yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita didampingi Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) mencetak generasi muda di sektor pertanian terus diperkuat melalui pendidikan vokasi. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Kementan mendorong keterlibatan pemuda pada pertanian, sejalan dengan target program cetak 2,5 juta petani milenial.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan Kementan secara resmi mengumumkan ´Kelulusan 100% siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026´ yang disampaikan oleh manajemen sekolah melalui Rapat Dewan Guru yang digelar di aula kampus pada Senin (4/5).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan strategis membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berasal dari usia produktif.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pendidikan vokasi mencetak tenaga kerja yang terampil, profesional dan siap menghadapi kebutuhan industri pertanian modern.

“SMK-PP memiliki peran strategis membangun generasi muda yang kompeten di bidang pertanian. Proses evaluasi pembelajaran menjadi bagian penting, untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus mampu menjadi wirausaha pertanian,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, bahwa penguatan SDM menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP diharapkan mampu melahirkan generasi yang inovatif, adaptif, dan siap terjun langsung ke dunia kerja.

SMKPPN Banjarbaru
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita didampingi Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan seluruh siswa dinyatakan lulus.

“Berdasarkan hasil Rapat Dewan Guru bersama kepala sekolah, seluruh siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100%,” katanya.

Airin Nurmarita berpesan agar para lulusan tetap menjaga komunikasi dengan sekolah sebagai bagian dari jejaring informasi dan pengembangan ke depan.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P. mengingatkan pentingnya perencanaan masa depan bagi para lulusan agar tetap produktif di usia muda.

“Kami berharap para lulusan dapat menyusun rencana ke depan, baik melanjutkan pendidikan, bekerja maupun berwirausaha di bidang pertanian. Kompetensi yang diperoleh di sekolah harus dapat dimanfaatkan secara nyata,” ujarnya.

Angga Tri A.P. menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan serta menghargai peran guru dan lingkungan sekolah dalam perjalanan pendidikan mereka.

Sebanyak 82 siswa dinyatakan lulus yang terdiri atas tiga kompetensi keahlian yakni 32 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 29 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) serta 21 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

"Kelulusan 100% ini menjadi bukti nyata keberhasilan SMK-PP Negeri Banjarbaru mencetak SDM pertanian yang siap bersaing, sekaligus mendukung regenerasi petani menuju pertanian modern dan berkelanjutan," ungkap Angga Tri A.P. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.