MPLS 2026 SMKPP Kementan, Perkuat Regenerasi Petani Muda Banjarbaru Kalsel

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


MPLS 2026 SMKPP Kementan, Perkuat Regenerasi Petani Muda Banjarbaru Kalsel
SMKPPN BANJARBARU: Pembukaan MPLS secara resmi dilaksanakan pada Selasa (14/7) dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Edi Irpani, mewakili Kepala Sekolah, Angga Tri Aditia Permana.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat pembangunan SDM pertanian adaptif, inovatif dan selaras kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI) oleh Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Banjarbaru selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kementan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan langkah nyata dilakukan Kementan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan MPLS sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Masa depan pangan bangsa ini berada di tangan generasi muda yang menguasai teknologi. Kita membutuhkan smart farmer yang mampu mengelola pertanian modern, efisien dan berdaya saing sehingga sektor pertanian menjadi pilihan profesi yang menjanjikan," katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis mencetak SDM pertanian unggulan, profesional dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.

"Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas SDM. Melalui MPLS, kami berharap para siswa mulai menumbuhkan karakter disiplin, semangat belajar dan jiwa agropreneur sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari SMK PPN Banjarbaru," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja melalui konsep link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.

"Kami berharap para siswa memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya agar menjadi tenaga kerja profesional tersertifikasi maupun wirausahawan muda yang mampu mendorong kemajuan pertanian Indonesia," katanya.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan MPLS 2026 diikuti oleh 116 peserta didik baru yang berlangsung lima hari, 13 - 17 Juli 2026. 

"Kegiatan MPLS menjadi gerbang awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar dan pendidikan vokasi pertanian yang berorientasi pada pembentukan SDM pertanian profesional dan berdaya saing," katanya.

Kegiatan MPLS, ungkap Angga Tri, dilaksanakan pada tiga lokasi yakni Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru, Lahan Praktik H. Idak dan Lahan Praktik Guntung Lua, Kota Banjarbaru. 

Membangun Karakter

Pembukaan MPLS secara resmi dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) dan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Edi Irpani, mewakili Kepala Sekolah, Angga Tri Aditia Permana.

Dalam sambutannya, Edi Irpani mengucapkan selamat datang pada seluruh peserta didik baru, seraya menegaskan bahwa MPLS merupakan tahapan penting membangun karakter peserta didik.

"MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerbang awal bagi siswa mengenal budaya belajar yang disiplin, adaptif dan berkarakter," katanya.

Kementan berupaya mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, mandiri dan siap menghadapi dunia kerja maupun menjadi wirausahawan di bidang pertanian.

116 Calon Siswa

Angga Tri mengatakan tahun ini, MPLS diikuti oleh 116 calon siswa, yang terdiri atas 47 siswa Program Agribisnis Tanaman Perkebunan, 40 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dan 29 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian.

"Selama lima hari kegiatan, para peserta mendapat pembekalan dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMK-PP Negeri Banjarbaru, psikolog, personel Rindam VI/Mulawarman didampingi oleh pengurus OSIS," katanya.

Beragam materi diberikan, ungkap Angga Tri, mulai dari pengenalan kurikulum dan program keahlian, wawasan wiyata mandala, pengenalan tenaga pendidik, pembinaan karakter, kehidupan asrama, pengenalan laboratorium dan kebun praktik.

"Tak kalah penting materi tentang tata tertib sekolah, kepemimpinan, kegiatan ekstrakurikuler, motivasi belajar, hingga edukasi kesehatan remaja, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif serta pelatihan Peraturan Baris Berbaris atau PBB," katanya lagi.

Menurut Angga Tri melalui MPLS, seluruh peserta didik baru mampu adaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki karakter disiplin dan integritas, serta siap menempuh pendidikan vokasi untuk menjadi generasi muda pertanian yang kompeten, inovatif dan siap mendukung pembangunan pertanian Indonesia. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.