Genjot Oplah & CSR, SMKPPN Kementan Gertam Serempak di Kapuas Kalteng

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Genjot Oplah & CSR, SMKPPN Kementan Gertam Serempak di Kapuas Kalteng
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P selaku PJ Brigade Pangan dan LTT wilayah Kalteng memimpin Gertam Serempak di Desa Bina Mekar, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas seluas 26 hektar, dengan varietas padi Inpari 42 Agritan GS.

 

Kapuas, Kalteng (B2B) - Target Gerakan Tanam (Gertam) Serempak 50 ribu hektar pada 25 provinsi oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) turut digelar di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Kapuas seluas 26 hektar, Jumat (3/7) atas inisiasi Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana selaku Penanggung Jawab (PJ) program Brigade Pangan dan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk wilayah Kalteng.

Gertam Serempak di Kapuas, Kalteng berlangsung simultan dengan kegiatan lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) yang dipimpin oleh Kabadan SDM Idha Widi Arsanti di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Idha Widi Arsanti mengatakan, Gertam Serempak pada 25 provinsi membidik lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 dengan target tanam sekitar 50 ribu hektar.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Gertam Serempak merupakan langkah konkret Kementan mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat agar segera berproduksi.

"Selain meningkatkan luas tanam, Gertam Serempak juga diarahkan mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) sehingga produktivitas lahan terus meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti yang akrab disapa Santi mengatakan Gertam Serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan IP, memperluas areal tanam dan mempercepat produksi pangan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah bersama TNI - Polri, petani penyuluh dan Brigade Pangan.

"Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh bersama petani menjadi ujung tombak, untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal," katanya.

SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK PPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana selaku PJ Brigade Pangan dan LTT wilayah Kalteng mengatakan pelaksanaan kegiatan di Kalteng, dipusatkan di 
Desa Bina Mekar, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas seluas 26 hektar, dengan varietas padi Inpari 42 Agritan GS.

Dalam sambutannya saat memimpin Gertam Serempak di Kapuas, Angga Tri mengatakan kegiatan bersama petani dan penyuluh serta Brigade Pangan di Kapuas, sejalan instruksi Mentan Amran Sulaiman dan arahan Kabadan SDM Idha Widi Arsanti.

"Gertam Serempak juga bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional," katanya.

Menyitir arahan Kabadan SDM Santi di Cilacap, Angga Tri menambahkan, Kementan terus mendorong peningkatan IP hingga 250 bahkan 300 pada lahan yang telah mendapatkan intervensi program pemerintah.

"Upaya tersebut didukung penggunaan varietas unggul genjah, benih tahan kekeringan dan hama, teknologi budidaya adaptif iklim, pemupukan berimbang sesuai prinsip 4T dan program pompanisasi untuk menjamin ketersediaan air di lahan pertanian," katanya lagi.

Cadangan Beras
Di Cilacap, Kabadan SDM Santi menegaskan capaian sektor pertanian saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai sekitar 5,37 juta ton, sementara serapan gabah dan beras petani oleh Perum Bulog menembus 3 juta ton. 

Di sisi lain, luas panen periode Juni–Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 2,88 juta hektare dengan produksi padi sekitar 14,61 juta ton GKG atau meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Kendati demikian, kita tidak boleh berpuas diri. Justru ini menjadi modal untuk terus meningkatkan produksi pangan nasional,” tegasnya.

Realisasi Tanam
Berdasarkan data realisasi tanam periode Oktober 2025 hingga 1 Juli 2026, luas tanam pada lokasi Oplah 2024 telah mencapai 501.368 hektare dengan indeks pertanaman 1,44. 

Sementara Oplah 2025 mencapai 634.039 hektare dengan indeks pertanaman 1,44, sedangkan lahan CSR telah tertanami seluas 62.279 hektare atau mencapai 100,87 persen dari target yang ditetapkan.

Kabadan juga mengingatkan pentingnya pelaporan yang cepat dan akurat terkait realisasi tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta berbagai kendala di lapangan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam sesi dialog, Bupati Pandeglang, Hj R Dewi Setiani, dan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan luas tanam dan indeks pertanaman sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.

Keduanya menegaskan, kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat pendampingan kepada petani, mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian dan mendorong percepatan tanam di wilayah masing-masing guna menjaga produktivitas pertanian.

Penerapan PM-AAS
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi, Tin Latifah, yang mengikuti kegiatan secara luring dari Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat, berharap Gertam Serempak tidak hanya mendorong peningkatan luas tanam, juga menjadi momentum penerapan metode pertanian modern melalui Program Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).

"Penerapan PM-AAS dapat mempercepat transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, dan pengelolaan usaha tani yang lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan mendukung pencapaian target produksi pangan nasional," katanya.

Tin Latifah menambahkan, pelaksanaan Gertam Serempak melibatkan berbagai pihak yakni dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Ditjen Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan hingga petani di lokasi pelaksanaan.

"Gertam Serempak juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional," ungkapnya lagi. [Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Kapuas of Central Borneo [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.