Bersiap PKL DU/DI, Siswa Kelas XII SMK-PP Negeri Kementan Ikuti Pembekalan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Sebanyak 59 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2026/2027 SMK-PP Negeri Banjarbaru mengikuti pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai persiapan sebelum terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin (22/6) di Aula Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru menjadi bagian penting dalam membekali siswa dengan kompetensi, etika kerja, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Kegiatan tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa generasi muda memegang peran penting dalam pembangunan sektor pertanian.
"Masa depan pertanian ada di tangan anak-anak muda. Mereka akan turut menentukan arah pembangunan pertanian," katanya.
Kita berharap generasi muda, ungkap Mentan Amran, bisa memperkaya diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya memperkuat program link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri melalui pelaksanaan PKL.
"Masa depan pertanian ada di tangan anak-anak muda. Mereka akan turut menentukan arah pembangunan pertanian," katanya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa penguatan kurikulum terus dilakukan melalui pendekatan link and match dengan DU/DI.
"Kami mendorong lulusan SMK PP tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja di sektor pertanian," tegasnya.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, kemajuan pertanian sangat bergantung pada kemampuan generasi muda menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian modern.
"Pendidikan vokasi memiliki peran strategis menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan berdaya saing melalui kemitraan dengan (DU/DI).
Oleh karena itu, ungkap Angga Tri, Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat pendidikan vokasi melalui berbagai program, salah satunya PKL.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan bidang Pendidikan vokasi, SMK-PP Negeri Banjarbaru terus berkomitmen mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Menurut Angga Tri, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan PKL bagi 59 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2026/2027 pada SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Enam Bulan
Pembekalan PKL dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, mewakili Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri.
Dalam sambutannya, Airin Nurmarita menegaskan bahwa pembekalan merupakan rangkaian penting sebelum siswa diterjunkan ke dunia kerja.
"Selama dua hari ke depan kalian akan mendapatkan berbagai materi sebagai bekal sebelum melaksanakan PKL," katanya.
Kegiatan PKL akan berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026, ungkap Airin Nurmarita, tujuannya untuk mematangkan kompetensi dan pengalaman kerja siswa serta menjadi salah satu syarat kelulusan.
Peserta pembekalan terdiri atas 30 siswa Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 20 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), dan 9 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Mitra DU/DI
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita menambahkan, selama pembekalan, siswa memperoleh materi mengenai tahapan pelaksanaan PKL beserta hak dan kewajiban peserta, penanaman nilai-nilai luhur dan sosial kemasyarakatan dan budaya kerja industri.
"Tak kalah penting tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH), kaidah penulisan ilmiah untuk penyusunan laporan PKL dan pembekalan teknis sesuai dengan masing-masing program keahlian," katanya.
Selama enam bulan pelaksanaan PKL, ungkap Airin Nurmarita, para siswa akan ditempatkan pada sejumlah mitra DU/DI yang tersebar di Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu.
Lokasi PKL meliputi Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI), hotel, kafe, PT Japfa Comfeed Indonesia, perusahaan kelapa sawit seperti PT GMK dan PT SAP dan sentra petani sayur dan buah hidroponik di Banjarbaru, Pelaihari, dan Mantewe.
"Melalui kegiatan PKL, diharapkan para siswa mampu meningkatkan kompetensi teknis, membangun etos kerja yang profesional dan memperluas wawasan industri," ungkap Airin Nurmarita.
Menurutnya, dari kegiatan PKL, para siswa akan memperoleh pengalaman nyata sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha di sektor pertanian setelah lulus. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Kalimantan [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
