Tak Ada Toleransi untuk Narkoba! Kementan Perkuat Benteng ASN dan Gen Z Pertanian
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui upaya sosialiasi dan tes urin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peserta didik.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, Kementan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menggelar ´Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Tes Urin bagi ASN dan siswa/i´ pada Jumat (17/7).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus ditopang oleh sumber daya manusia (SDM) yang sehat, berintegritas dan bebas narkoba.
"Generasi muda adalah aset utama pembangunan pertanian. Mereka harus terlindungi dari penyalahgunaan narkoba agar mampu menjadi SDM pertanian unggul, produktif dan berdaya saing," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengajak seluruh peserta didik di lingkungan pendidikan vokasi Kementan untuk menjauhi narkoba sebagai bentuk investasi masa depan bangsa.
"Usaha Kementan menumbuhkan banyak petani muda tidak boleh gagal karena narkoba. Kita harus bersama-sama melawan penyalahgunaan narkoba," katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menekankan bahwa penguatan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kompetensi peserta didik di lingkungan pendidikan vokasi Kementan.
"SMK-PP sebagai lembaga pendidikan vokasi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang pertanian, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba," katanya.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan sosialisasi dan tes urin berlangsung di Aula SMK-PP Negeri Banjarbaru, yang diikuti seluruh pegawai serta sejumlah calon peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027.
"Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja dan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba," katanya.
Angga Tri menyampaikan apresiasi kepada BNN Kota Banjarbaru atas sinergi yang terus terjalin dalam memberikan edukasi kepada pegawai dan peserta didik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BNN Kota Banjarbaru yang setiap tahun bekerja sama dengan SMK-PP Negeri Banjarbaru memberikan edukasi serta melaksanakan tes narkoba bagi pegawai dan peserta didik," katanya.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari narkoba," ujar Angga.
Dia menambahkan, sosialisasi P4GN merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian seluruh warga sekolah.
Bebas Narkoba
Kepala BNN Kota Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta mengajak seluruh peserta untuk menjauhi narkoba dan menjadi pelopor hidup sehat.
"Hari ini kami melaksanakan sosialisasi P4GN sekaligus tes urin kepada seluruh pegawai dan beberapa peserta didik kelas X," katanya.
Hasil pemeriksaan, kata AKBP Arif Wahyu Bibitharta, menunjukkan seluruh peserta yang diperiksa negatif atau tidak terindikasi menggunakan narkoba.
Dia juga mengapresiasi komitmen SMK-PP Negeri Banjarbaru mendukung pelaksanaan P4GN dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang BERSINAR (Bersih dari Narkoba).
Selain pelaksanaan tes urin, peserta memperoleh materi mengenai berbagai jenis narkotika, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan dan masa depan, serta informasi mengenai layanan rehabilitasi dan pendampingan bagi korban penyalahgunaan narkoba.
AKBP Arif Wahyu Bibitharta menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah mendukung implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (RAN P4GN) Tahun 2025–2029, yang melibatkan seluruh unsur pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
