Karakter Unggul, Kementan Pacu Inovasi menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Karakter Unggul, Kementan Pacu Inovasi menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. [box atas ke-2 kanan] membuka kegiatan MAF Volume 7 Edisi 24 Tahun 2026 bertajuk ´Membangun Karakter Unggul dan Budaya ASRI untuk Menumbuhkan Inovasi menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan´.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Upaya mempercepat regenerasi petani dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus dilakukan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui SMK-Pertanian Pemabangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru kembali menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) pada Sabtu (13/6).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan MAF Volume 7 Edisi 24 Tahun 2026 tersebut menjadi wadah strategis, untuk mendorong keterlibatan generasi muda mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk petani muda dan SDM pertanian.

“Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa MAF merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas petani milenial. 

Forum tersebut menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap sektor pertanian, yang menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan regenerasi petani di Indonesia.

“Melalui MAF, petani muda dan mahasiswa pertanian memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi dengan praktisi, serta memahami peran strategis mereka dalam sistem pangan nasional,” jelasnya.

SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan MAF Volume 7 Edisi 24 bertajuk ´Membangun Karakter Unggul dan Budaya ASRI untuk Menumbuhkan Inovasi menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan´. 

Selain Angga Tri A.P., Kementan Ilham Wafuani, petani milenial dari Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

”Presiden RI Prabowo Subianto telah mencanangkan Gerakan Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) yang kemudian dilakukan di seluruh Indonesia, di antaranya pada instansi pemerintah," kata Angga Tri saat membuka MAF Volume 7 Edisi 24.

Menurutnya, karakter ASRI dengan Gerakan ASRI akan terbentuk, kemudian untuk lingkup pertanian dapat mendukung swasembada pangan berkelanjutan. 

"Untuk itu, hari ini mari kita simak. Mari kita sharing bersama dengan narasumber kita, seorang petani milenial yang juga alumni SMKPPN Banjarbaru,” ungkap Angga Tri.

Materi MAF diawali paparan Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri yang mengusung tema tentang ´Membangun Karakter Unggul dan Budaya ASRI untuk Menumbuhkan Inovasi nenuju Swasembada Pangan Berkelanjutan´.

Angga menyampaikan bahwa Gerakan ASRI untuk membangun budaya kerja ASN yang disiplin, produktif dan berintegritas, sejalan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun budaya hidup bersih, sehat, tertib dan nyaman dimulai dari lingkungan kerja.

Petani Milenial
Ilham Wafuani, penangkar benih padi di Desa Rangga Surya, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala mengusung tema ´Sinergi Perbenihan Rawa Kecamatan Belawang melalui Karakter Unggul, Budaya ASRI & Transformasi IP 200´.

”Penerapan IP 200 dan  penangkaran benih di lahan rawa membuktikan bahwa lahan suboptimal dapat diubah menjadi pusat produksi padi yang produktif," katanya.

Ilham Wafuani menambahkan, kehadiran varietas benih unggul khusus rawa menjadi kunci utama, untuk mengatasi kendala lingkungan, sehingga rawa mampu menopang target swasembada pangan erkelanjutan secara nasional. 

Mengakhiri sesi MAF tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin melalui closing statemen mengngatkan bahwa petani milenial menjadi garda terdepan juga untuk bisa mensukseskan program swasembada pangan. 

"Pogram ini juga didukung oleh rekan-rekan kita pada penyuluh di lapangan. Mereka nantinya akan terus melakukan pendampingan dan penguatan kelembagaan petani, kelompok petani, yang nantinya bisa terus berkelanjutan,” katanya.

Berkaitan dengan ASRI, bagaimana lingkungan pendidikan tetap dalam kondisi baik. Kemudian seluruh potensi-potensi sumber daya lahan, kita bisa optimalkan untuk bisa ditanami berbagai jenis tanaman, supaya bisa ditanami padi dengan berbagai inovasi ada. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.