Workshop Kurikulum 2026, SMK-PP Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Pendidikan vokasi memiliki peran strategis menyiapkan SDM kompeten, terampil dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. Pada sektor pertanian, pendidikan vokasi menjadi salah satu pilar penting mencetak generasi muda yang mampu mengadopsi teknologi, mengembangkan inovasi serta mendukung terwujudnya pertanian maju, mandiri, dan modern.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian, maka ekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru menyelenggarakan ´Workshop Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027´ selama tiga hari, 24 - 26 Juni 2026 di Aula Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian masa depan.
“Pendidikan vokasi pertanian harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, juga memiliki keterampilan praktis, jiwa kewirausahaan dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi," katanya.
Penguatan kurikulum dan pembelajaran yang inovatif, kata Mentan, kita sedang menyiapkan generasi petani milenial yang akan menjadi penggerak utama pertanian Indonesia.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan, pendidikan vokasi merupakan instrumen penting dalam menciptakan SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.
“Pendidikan vokasi harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Penguatan kurikulum menjadi langkah strategis agar lulusan SMK pertanian memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan bahwa kualitas pendidikan vokasi akan menentukan kualitas tenaga kerja pertanian di masa mendatang.
SMK-PPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan Workshop Kurikulum diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, guru tidak tetap, serta perwakilan siswa.
"Kegiatan tersebut menjadi wadah evaluasi sekaligus penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan sektor pertanian," katanya.
Menurut Angga Tri, Kementan mengakui bahwa sekolah vokasi pertanian memiliki peran besar menyiapkan generasi muda yang siap bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala Subbagian Tata Usaha SMK-PP Negeri Banjarbaru, Johan Pujianto, yang membuka kegiatan mewakili pimpinan sekolah, mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memperkuat kualitas pendidikan melalui penyusunan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia kerja.
“Kurikulum yang baik akan menjadi fondasi menciptakan proses pembelajaran berkualitas. Workshop Kurikulum menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK-PP Negeri Banjarbaru,” ujarnya.
Workshop Kurikulum
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, menambahkan bahwa kegiatan Workshop Kurikulum bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan lebih efektif serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern.
Selama workshop, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang mendukung penguatan tata kelola pendidikan dan proses pembelajaran antara lain penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027.
"Tak kalah penting adalah standar pendidikan SMK, perangkat ajar, instrumen akreditasi, kode etik dan integritas guru, serta evaluasi pembelajaran tahun pelajaran 2025/2026," katanya.
Melalui kegiatan Workshop Kurikulum, ungkap Airin Nurmarita, SMK-PP Negeri Banjarbaru terus berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi pertanian yang mampu mencetak lulusan unggul dan kompeten.
"Siap menjadi bagian dari pembangunan pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan," ungkapnya lagi. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
