Keren!!! SMK-PP Negeri Kementan Borong Juara FLS3N 2026 Kota Banjarbaru

Indonesian Govt Increase of Rice Production across the Country

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Keren!!! SMK-PP Negeri Kementan Borong Juara FLS3N 2026 Kota Banjarbaru
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. mengatakan dari 45 peserta, Tim PMR meraih sejumlah penghargaan yakni Juara 2 Fotografi [Nur Haya A.F], Juara 2 Menyanyi Solo [Durrabida Zahra P], Juara 2 Tari Kreasi [Fana Julia S. dan Khaylia Cahya S] dan Juara 3 Menyanyi Solo [Mirza Farelka M].

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Komitmen Kementerian Pertanian RI (Kementan) dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan adaptif terus menunjukkan hasil nyata. Melalui penguatan pendidikan vokasi, generasi muda tak hanya dibekali keterampilan teknis, juga didorong untuk kreatif, inovatif dan berkarakter.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan komitmen Kementan tercermin pada capaian membanggakan SMK-PP Negeri Banjarbaru yang sukses mencuri perhatian dalam debut perdananya di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMK se-Kota Banjarbaru 2026.

Digelar di SMKN 1 Banjarbaru pada Kamis (30/4), ajang tersebut menjadi panggung bagi puluhan siswa untuk menampilkan kreativitas terbaiknya melalui berbagai cabang lomba mulai dari desain poster, film pendek, cerpen, tari kreasi, fotografi hingga komik digital.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi penting mencetak generasi muda pertanian yang modern dan berdaya saing global. 

"Sektor pertanian saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," katanya.

Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa generasi milenial dan Gen Z akan menjadi aktor utama dalam transformasi pertanian nasional.

“Generasi muda adalah motor penggerak pertanian masa depan. Kreativitas dan inovasi mereka menjadi kunci dalam menjawab tantangan sektor ini,” ujarnya.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan dengan mengusung tema ´Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Budaya´, maka FLS3N 2026 menjadi wadah strategis membangun karakter sekaligus menggali potensi siswa.

Dari total 45 peserta yang berkompetisi, SMK-PP Negeri Banjarbaru berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Tim PMR sukses membawa pulang sejumlah penghargaan, di antaranya:

Juara 2 Fotografi (Nur Haya A.F), Juara 2 Menyanyi Solo (Durrabida Zahra P), Juara 2 Tari Kreasi (Fana Julia S. dan Khaylia Cahya S) dan Juara 3 Menyanyi Solo (Mirza Farelka M)

Angga Tri menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa siswa vokasi pertanian mampu bersaing tidak hanya di bidang akademik dan teknis, juga dalam kreativitas seni.

“Ini menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri siswa bahwa mereka mampu tampil dan berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya.

Keikutsertaan perdana yang langsung berbuah prestasi ini sekaligus mempertegas peran SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak calon petani milenial, juga generasi muda kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.