Gandeng Swasta Sawit, Kementan gelar Sosialisasi dan Rekrutmen Siswa SMKPPN
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru bekerja sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit menggelar ´Sosialisasi dan Rekrutmen bagi Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Selasa (28/4).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, kegiatan Sosialisasi dan Rekrutmen merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan vokasi yang didorong oleh Kementan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, produktif dan berdaya saing.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sekolah vokasi seperti SMK-PP, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) memiliki peran strategis dalam memajukan sektor pertanian.
"Pengembangan pertanian modern membutuhkan dukungan SDM yang terampil dan adaptif terhadap teknologi," katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyebut generasi milenial menjadi kunci dalam mendorong pembangunan pertanian, terutama menghadapi Era Industri 4.0.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menambahkan bahwa penguatan SDM pertanian menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan sektor ini, sekaligus mencetak generasi muda yang inovatif dan siap terjun ke dunia kerja.
SMKPPN Banjarbaru
Wakil Kepala Bidang Humas dan Industri, Edi Irpani mewakili Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana menyambut baik kegiatan Sosialisasi dan Rekrutmen tersebut, yang diharapkan dapat membuka wawasan siswa terkait peluang kerja di sektor pertanian.
“Kami ingin menunjukkan bahwa lulusan pertanian memiliki peluang kerja yang luas, termasuk di sektor industri perkebunan,” katanya mengutip arahan Angga Tri.
Dia menambahkan, sejumlah siswa kelas XII mengikuti proses seleksi yang diawali dengan tahapan wawancara. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam kegiatan tersebut, SMK-PPN Banjarbaru menerima kunjungan dari PT Kalimantan Plantation Unit yang melakukan sosialisasi sekaligus proses rekrutmen bagi calon lulusan.
Perwakilan perusahaan, Rizki, menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kerja di sektor perkebunan kelapa sawit dengan penempatan di wilayah Kalimantan dan Papua.
“Kami membuka kesempatan bagi lulusan yang siap ditempatkan di lokasi kerja serta mengikuti pelatihan yang telah ditentukan,” ujarnya.
Adapun persyaratan yang ditetapkan antara lain bersedia ditempatkan di wilayah kerja perusahaan, tinggal di area kebun, menjalani ikatan dinas selama dua tahun, serta memiliki kemampuan dasar seperti mengendarai sepeda motor.
Perusahaan juga menawarkan sejumlah fasilitas bagi karyawan, di antaranya jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, tempat tinggal, serta komponen penghasilan yang meliputi gaji pokok, tunjangan, dan insentif berbasis kinerja. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru City of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
