Gen Z Tanam Padi, Siswa SMK-PP Kementan Pakai Drone di Lahan CSR Banjar Kalsel
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjar, Kalsel (B2B) - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru mengikuti kegiatan Tanam Padi Serentak´ memakai Drone pada lokasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Sabtu (25/4).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan tanam sekaligus peningkatan kompetensi siswa dan mahasiswa vokasi dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Program CSR yang digagas Kementerian Pertanian RI (Kementan) bertujuan meningkatkan produksi padi melalui optimalisasi lahan baru. Dalam pelaksanaannya, penggunaan teknologi seperti Drone dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses tanam dan menekan biaya operasional.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi.
"Transformasi dari sistem konvensional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa program CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
“Lahan yang telah dicetak harus segera ditanami. Sinergi berbagai pihak perlu terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan produksi dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P. mengatakan kegiatan Tanam Padi Serentak memakai Drone pada lokasi Program CSR melibatkan siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK-PP Negeri Banjarbaru dan mahasiswa magang dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa dan Bogor.
"Program CSR juga menjadi sarana transfer teknologi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung pada Brigade Pangan," katanya.
Kegiatan tersebut, kata Angga Tri A.P. diharapkan mampu mendorong adopsi teknologi pertanian sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.
"Dari kegiatan Tanam Padi Serentak memakai Drone pada lokasi Program CSR, diharapkan modernisasi pertanian di daerah semakin cepat terwujud," katanya lagi.
Skaligus mendukung peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan, ungkap Angga Tri A.P.
Kegiatan tanam juga dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin yang meninjau langsung penggunaan drone dalam proses tebar benih.
Menurut Amin, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung pertanian modern. Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda pertanian.
“Pendidikan vokasi harus selaras dengan perkembangan teknologi. Praktik penggunaan drone ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis teaching factory,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, penyuluh pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, tim penyuluh kabupaten, serta pengurus Brigade Pangan Serumpun Jaya yang terlibat langsung dalam proses tanam. [Tim Ekspos SMK-PPN Banjarbaru]
Banjar of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
