Swasembada Pangan, Kementan gelar Tanam Padi Serentak di Seruyan Kalteng

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Swasembada Pangan, Kementan gelar Tanam Padi Serentak di Seruyan Kalteng
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP selaku PJ Kalteng [tengah] koordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait pada ´Tanam Serentak Padi´ di 16 provinsi di Kabupaten Seruyan, Kalteng.

 

Seruyan, Kalteng (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melaksanakan ´Tanam Serentak Padi´ pada 16 provinsi di antaranya Desa Halimaung Jaya, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Selasa (21/4).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana selaku Penanggung Jawab (PJ) Kalteng mengatakan kegiatan Tanam Serentak Padi merupakan bagian dari percepatan tanam melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan program CSR ditargetkan mampu meningkatkan frekuensi panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

“Kami menargetkan lahan cetak sawah dapat menghasilkan panen lebih dari satu kali dalam setahun untuk mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan lahan yang telah dicetak harus segera dimanfaatkan untuk produksi.

"Sinergi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan," katanya.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri AP selaku PJ Kalteng mengatakan penanaman padi di Seruyan didukung oleh SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Banjarbaru bersama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang sebagai penanggung jawab wilayah Kalteng.

"Penanaman dilakukan dengan metode Tanam Benih Langsung disingkat Tabela menggunakan Drone Seeder oleh kelompok Brigade Pangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari target tanam seluas 5.000 hektar," katanya.

Angga Tri mengatakan, pemerintah daerah setempat apresiasi Program CSR termasuk bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan pelatihan operasional yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan penanaman.

Secara nasional, ungkap Angga Tri, kegiatan tanam serentak juga diikuti 16 kabupaten lain dan terhubung secara virtual dengan pusat kegiatan di Kabupaten Batanghari, Jambi, yang dihadiri Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) Sudaryono.

Antisipasi El Nino

Wamentan Sudaryono menyebut percepatan tanam penting untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, terutama ancaman El Nino.

“Pemanfaatan sisa musim hujan harus dioptimalkan agar tanam dan panen bisa dipercepat,” katanya.

Selain percepatan tanam, Kementan juga menerapkan mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, seperti rice transplanter dan drone penabur benih serta pupuk.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan sumber air melalui pompa, sumur bor, dan pemanfaatan air sungai guna menjaga keberlanjutan produksi di tengah potensi kekeringan. [Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Seruyan of Central Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.