`Factory Visit`, Siswa SMK-PPN Kementan Dalami Proses Pengolahan Pangan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi pertanian lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi siswanya.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan sebagai bagian dari upaya tersebut, SMK-PPN Banjarbaru melaksanakan Kunjungan Industri (Factory Visit) ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Banjarmasin dan ke Bulog wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (22/4).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 29 siswa kelas X dan XI Program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) serta didampingi tiga guru.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menyampaikan dukungannya terhadap penguatan pendidikan vokasi, baik di tingkat menengah maupun perguruan tinggi.
Dia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong sektor pertanian yang inovatif dan berbasis teknologi.
Hal serupa dikemukakan Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti yang menyoroti pentingnya regenerasi petani muda melalui pendidikan berkualitas agar sektor pertanian semakin maju dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan pembangunan pertanian.
SMKPPN Banjarbaru
Kunjungan industri ini disambut oleh perwakilan perusahaan, M. Ausham (Industrial Relation Staff) dan Fathir (Kepala Quality Control).
Dalam sambutannya, M. Ausham berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa terkait proses pengolahan pangan, penerapan teknologi industri, serta budaya kerja profesional.
Guru pendamping, Dewi Anggi Priyani, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak perusahaan.
Dia menilai kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk memahami secara langsung operasional industri skala besar sekaligus meningkatkan motivasi belajar.
Selama kegiatan, siswa mendapatkan pemaparan mengenai profil perusahaan serta menyaksikan video proses produksi mi instan sebagai produk utama.
Factory Visit
Kegiatan dilanjutkan dengan Factory Visit yang dipandu oleh Kepala QC, mencakup penjelasan proses produksi mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan dan distribusi.
Sesi tanya jawab juga berlangsung interaktif, diakhiri dengan kegiatan food tasting produk mi cup.
Melalui kunjungan ini, diharapkan siswa memperoleh wawasan praktis yang dapat mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja di sektor industri pangan.
Setelah ke PT. Indofood, siswa X dan XI APHP melaniutkan kunjungan ke Bulog Kalimantan Selatan.
Mereka melakukan kunjungan ke gudang penyimpanan beras milik Bulog Kalimantan Selatan (Kalsel) di kawasan Landasan Ulin, Kota Baniarbaru. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
