Police Goes to School, SMK-PPN Kementan Perkuat Karakter Siswa Disiplin Berkendara

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Police Goes to School, SMK-PPN Kementan Perkuat Karakter Siswa Disiplin Berkendara
SMKPPN BANJARBARU: Wakasek Bidang Kesiswaan, Patmawati mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso dan perwakilan Satlantas Polres Banjarbaru, Brigadir Polisi Deco serta siswa/i, para pengajar dan tenaga pendidikan.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - SMK-PP Negeri Banjarbaru terus memperkuat pembentukan karakter siswa vokasi melalui edukasi disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Polres Banjarbaru dalam kegiatan ´Police Goes to School´ bagi siswa/i.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Pramana mengatakan kegiatan ´Police Goes to School´ menjadi bagian dari penguatan kualitas SDM pertanian, yang tidak hanya unggul secara teknis, juga memiliki kedisiplinan dan kesadaran hukum sejak dini.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam memajukan sektor pertanian, terutama dalam mencetak SDM yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan, dan PEPI menjadi pilar penting dalam mencetak generasi muda pertanian yang siap menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP)Idha Widi Arsanti menekankan bahwa generasi muda memegang peran penting bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.

“Kalian adalah motor penggerak pembangunan pertanian di masa depan,” katanya.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Pramana diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK-PP Negeri Banjarbaru, Patmawati, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam membentuk karakter siswa.

“Kami mendukung penuh edukasi tertib berlalu lintas agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, juga disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” katanya pada Senin (20/4).

Melalui kegiatan ´Police Goes to School´, diharapkan siswa tidak hanya memiliki kompetensi di bidang pertanian, juga menjadi generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan mengutamakan keselamatan.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Satuan Lalu Lintas Polres Banjarbaru, Brigadir Polisi Deco, bertindak sebagai pembina upacara dan memberikan edukasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas.

Dia menjelaskan sejumlah pelanggaran yang menjadi perhatian utama seperti penggunaan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan helm berstandar SNI, berkendara di bawah umur, melawan arus, melebihi batas kecepatan hingga berkendara dalam kondisi tidak layak.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di dunia pendidikan, tidak hanya untuk memberikan informasi, juga membangun kesadaran hukum dan karakter disiplin sejak dini,” jelasnya.

Brigadir Deco juga mengingatkan bahwa pelajar menjadi salah satu kelompok dengan angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi, sehingga kesadaran akan keselamatan harus terus ditingkatkan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menambahkan bahwa penguatan SDM melalui pendidikan vokasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Lembaga pendidikan seperti SMK-PP diharapkan mampu mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan siap kerja. [Tm Ekpos SMKPPN Banjarbaru]


 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.