Ikuti Sosialisasi BNN, SMKPP Kementan di Sembawa Siap Perangi Narkoba

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Ikuti Sosialisasi BNN, SMKPP Kementan di Sembawa Siap Perangi Narkoba
SMKPPN SEMBAWA: 60 siswa SMK PP Negeri Sembawa antusias mengikuti ´Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Prekursor di Banyuasin oleh BNN Sumsel di Aula SMKPPN Sembawa.

Banyuasin, Sumsel [B2B] - Kementerian Pertanian RI mendukung perang atas penyalahgunaan narkoba di setiap Unit Pelaksana Teknis [UPT] Kementan. Komitmen ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan selain tes narkoba untuk setiap karyawan dan siswa juga dilaksanakan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Hal itu didukung oleh Badan Narkotika Nasional [BNN] Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang menggandeng UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Pertanian yakni SMK PP Negeri Sembawa untuk terus menggencarkan perang terhadap narkoba ini.

Dalam mewujudkan generasi tangguh serta menekan angka penyalahgunaan dan penyebaran narkotika ini, setidaknya 60 siswa SMK PP Negeri Sembawa antusias mengikuti 'Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Prekursor di Banyuasin oleh BNN Sumsel pada Rabu [29/5] di Aula SMKPPN Sembawa.

Giat tersebut merupakan salah satu program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba [P4GN] yang tengah digalakkan secara nasional.

Kementan menilai program tersebut sangat strategis dilakukan di lingkungan pendidikan. Pasalnya, di tangan generasi muda inilah harapan majunya sektor pertanian dipertaruhkan.

Seperti diketahui, sektor pertanian menjadi salah satu penyangga perekonomian negara.

Untuk itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman kerap menyampaikan pentingnya membangun SDM pertanian yang sehat dan cerdas.

“Mimpi kami adalah mencetak generasi muda yang tangguh, bermoral, dan berkarakter," katanya.

Mengamini hal ini, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengajak anak-anak muda yang menempuh pendidikan di Polbangtan/PEPI/SMKPP untuk menjauhi narkoba.

“Usaha Kementan dalam menumbuhkan banyak petani muda, tidak boleh gagal karena narkoba!” tegas Dedi.

Sosialisasi dan Penyuluhan Narkotika resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Pemkab Banyuasin Erwin Ibrahim yang menyampaikan sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkotika merupakan program pemerintah pusat dan daerah untuk mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Kuncinya tidak ada kata atau tempat untuk narkoba di kehidupan kita. Masa depan negeri ada di pundak kalian semua adik-adik. Mari hidup sehat tanpa narkoba," katanya.

Penyuluh Narkoba BNN Sumsel Ika Wahyu Hindaryati menyampaikan narkotika dan prekursor narkotika berdampak buruk terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, bangsa, baik kesehatan, pendidikan, pekerjaan sosial, dan keamanan.

Lingkungan dan pergaulan sangat berpengaruh pada awal seseorang mengenal narkoba, terutama bagi laki-laki pada awalnya mereka hanya coba-coba bersama teman sekolah atau teman pergaulan dilingkungan tempat tinggal dan semakin lama meningkat hingga menjadi pencandu narkoba.

Terpisah, Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Yudi Astoni menyatakan komitmen dalam menolak narkoba masuk ke lingkungan kampus. Dia menyebutkan, narkoba adalah perusak masa depan anak bangsa dan harus dilakukan pencegahan yang konkrit.

“Salah satu langkah yang harus dilakukan terus-menerus mengedukasi  pelajar terhadap bahaya narkoba,” katanya.

Untuk mendukung program ini, kata Yudi Astoni, SMKPP Negeri Sembawa melakukan tes narkoba secara rutin bagi seluruh siswa, termasuk juga syarat masuk SMKPP Negeri Sembawa adalah test bebas narkoba.

"Hal ini merupakan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang bebas dari narkoba," ungkapnya lagi. [titin/timhumas smkppnsembawa]

Banyuasin of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Program or the YESS, to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts for the millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.