Sinergi Kementan - TNI AD, UPT Pelatihan Kementan Gembleng Prajurit Yonif TP 956

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Sinergi Kementan - TNI AD, UPT Pelatihan Kementan Gembleng Prajurit Yonif TP 956
BBPP LEMBANG: 50 Prajurit Yonif TP 956 Sultan Bidar Alam - Kodam I Bukit Barisan dan Komandan Pusdikter Pusterad, Brigjen TNI Andree Saputro [tengah] dan Kabag TU Yullyndra Tisna Diputri bersama manajemen [seragam putih] mewakili Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat sinergi, dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM pertanian melalui pelatihan bagi Prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 956 Sultan Bidar Alam - Kodam I/Bukit Barisan 

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, kegiatan bertajuk ´Latihan Kader Pelatih Proglatsi Sistem Blok Kompi Yonif TP 956 Sultan Bidar Alam´ selama lima hari, 27 Agustus - 1 September 2026, didukung oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Pusat Pendidikan Teritorial (Pusdikter) Pusterad.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Kolaborasi Kementan dan TNI sangat penting agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan. Sektor pertanian memiliki keunggulan komparatif yang mampu mendorong perubahan besar bagi bangsa,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang unggul, adaptif, produktif, dan berdaya saing melalui sinergi berbagai pihak, termasuk TNI.

Kolaborasi Kementan dan TNI AD tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas SDM sekaligus mendorong keterlibatan berbagai elemen dalam pembangunan pertanian. 

"Sinergi antara kemampuan pertahanan dan penguatan sektor pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan kemandirian pangan nasional," katanya.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, 50 prajurit Yonif TP dari sejumlah wilayah di Indonesia mengikuti pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dengan praktik langsung di lapangan. 

"Materi dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar pertanian yang dapat diterapkan sesuai potensi wilayah masing-masing," katanya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi Good Agricultural Practices (GAP), teknik budidaya hingga penanganan pascapanen dan pengolahan hasil pertanian. Komoditas yang dipelajari meliputi tanaman pangan, palawija, hortikultura, dan kopi.

Pembelajaran klasikal dilaksanakan di Pusdikter Pusterad pada 27 - 29 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik lapangan di BBPP Lembang pada 31 Agustus - 1 September 2026.

Materi Pelatihan 
Peserta pelatihan tampak antusias saat mengikuti sejumlah praktik pertanian. Belajar melakukan pengujian pH tanah menggunakan indikator alami seperti ekstrak kol ungu, persemaian benih, pengolahan lahan menggunakan cultivator dan traktor roda dua dan pembuatan bedengan.

Peserta juga mendapatkan pengalaman dalam penanganan hasil pertanian antara lain mengukur kadar air biji, melakukan pemipilan jagung dan praktik pengolahan biji kopi.

Pada praktik budidaya, para prajurit terlibat langsung dalam penanaman padi, jagung, dan kopi di lahan inkubator agribisnis. 

Mereka juga mempelajari proses sortasi dan grading hasil pertanian serta mendapatkan simulasi mengenai strategi pemasaran produk. Materi pelatihan mencakup pengolahan hasil pertanian berbasis inovasi. 

Peserta berkesempatan praktik pembuatan produk olahan seperti es krim jagung dan stik wortel, sekaligus mempelajari tahapan panen dan pascapanen kopi.

Testimoni Peserta 
Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi pada Rabu (2/9). Komandan Pusdikter Pusterad, Brigjen TNI Andree Saputro, berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di wilayah tugas masing-masing.

“Saya berharap ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk diterapkan di wilayah masing-masing sesuai potensi pertanian yang ada dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian,” katanya.

Letda Inf. Sandi Lukman Nugroho mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Materi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertanian, juga membentuk karakter prajurit yang adaptif dan produktif.

“Pelatihan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan membentuk karakter prajurit yang adaptif dan produktif," katanya.

Dia mengapresiasi BBPP Lembang, karena materi disiapkan mulai dari teori hingga praktik dengan baik, didukung pengajar yang kompeten serta lahan praktik untuk tanaman pangan, hortikultura maupun tanaman industri.

Letda Inf. Sandi Lukman Nugroho berharap kolaborasi Pusdikter dan BBPP Lembang terus berlanjut, khususnya mendukung penguatan ketahanan pangan dan mencetak kader pelatih yang mampu menularkan pengetahuan pertanian kepada masyarakat.

“Kolaborasi berkelanjutan antara Pusdikter dengan BBPP Lembang diharapkan terus mendukung kegiatan ketahanan pangan dan melatih kader pelatih, baik militer maupun sipil," katanya lagi. 

Tujuannya, program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran Sulaiman dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.