Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Indonesian Govt Support the Farmers to Increase National Food Production

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah
BPPSDMP KEMENTAN: Mentan Amran Sulaiman [kiri] menegaskan, pengembangan pertanian daerah perlu bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat yang dikemukakan pada Mubes PMTI, yang memilih kembali Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus sebagai Ketua Umum PMTI 2026 - 2031.

 

Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Toraja ambil bagian memperkuat sektor pertanian nasional melalui pengembangan komoditas unggulan daerah. 

Pemerintah siap mendukung pengembangan kopi, jambu mete, kelapa, kakao, hingga lada agar potensi pertanian setempat dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran pada Musyawarah Besar V Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), yang dihadiri Ketua Umum PMTI, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Sabtu (10/10). 

Dalam pertemuan itu, Mentan Amran juga memperlihatkan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Toraja. 

“Saya warga dari Tator juga. Saya tinggal di Jalan Nusantara dulu, di Tator, lama. Keluarga besar saya di Tator,” ujar Mentan Amran, mengenang masa kecilnya di Tana Toraja.

Kedekatan tersebut bukan hanya soal kenangan pribadi. Mentan Amran juga mengingat dukungan yang pernah diberikan untuk pengembangan kopi di Tana Toraja ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian pada periode sebelumnya. 

Dia berharap dukungan itu dapat berlanjut dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Bantuan terbesar kopi adalah di Tator pada saat itu. Tujuh tahun yang lalu. Itu bantuan kopi luar biasa saya kirim,” katanya.

Potensi Lokal

Mentan Amran menegaskan, pengembangan pertanian daerah perlu bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. 

Dia mengajak warga Toraja yang memiliki lahan untuk memanfaatkannya secara produktif, terutama untuk komoditas perkebunan yang sesuai dengan potensi wilayah.

“Yang punya lahan, silakan daftar. Kopi ada, mete, lada, kelapa ada. Silakan,” ujar Amran.

Dia memastikan pemerintah siap memberikan dukungan secara gratis bagi pengembangan komoditas tersebut. 

Kesempatan tersebut diharapkan dimanfaatkan masyarakat untuk memperluas usaha pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Capaian Kinerja

Di hadapan masyarakat Toraja, Mentan Amran juga menyampaikan capaian sektor pertanian nasional di bawah kepemimpinannya. 

Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal pemerintah.

“Alhamdulillah kita sekarang ini sudah capai swasembada beras dan tercepat sepanjang sejarah. Hanya dalam waktu satu tahun,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang terus memperkuat produksi pangan nasional. 

Dia menekankan bahwa keberhasilan pertanian tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kerja keras seluruh elemen bangsa.

Pupuk Bersubsidi

Mentan Amran juga menegaskan kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20% sebagai langkah membantu petani menekan biaya produksi. 

Menurutnya, kebijakan Presiden Prabowo Subianto ini adalah yang pertama kali dilakukan selama Republik Indonesia berdiri. 

Pemerintah juga terus mendorong penguatan kesejahteraan petani agar peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan perbaikan pendapatan mereka.

”Selama republik ini berdiri, tidak pernah terjadi,” ungkap Mentan Amran

Nilai Tukar Petani

Mentan Amran turut menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) telah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah yaitu 131,11. 

Indikator ini menjadi salah satu gambaran perkembangan daya beli dan kesejahteraan petani, meskipun kondisi di setiap subsektor dan daerah dapat berbeda.

Dia menegaskan, penguatan pertanian nasional harus dirasakan hingga tingkat daerah, termasuk melalui pengembangan komoditas perkebunan yang memiliki potensi pasar. 

Bagi Toraja, kopi dan komoditas perkebunan lainnya dapat menjadi peluang untuk memperluas kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap sektor pertanian.

Mentan Amran juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan membangun kolaborasi.

Menurutnya, kemajuan akan lebih mudah dicapai ketika masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha bergerak bersama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Tidak ada sukses berjalan sendirian. Tidak ada, harus kolaborasi,” tegasnya.

Melalui dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Mentan Amran berharap potensi pertanian Toraja dapat terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi bagi warga, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat pertanian Indonesia dari daerah. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Jakarta [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.