Mentan Dorong BB Pustaka Perbanyak Terjemahan Buku Asing tentang Pertanian

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Mentan Dorong BB Pustaka Perbanyak Terjemahan Buku Asing tentang Pertanian
BB PUSTAKA: Mentan Amran Sulaiman [tengah] menaruh perhatian khusus pada BB Pustaka di Kota Bogor, Jabar sebagai sumber literasi pertanian Indonesia, yang dikunjungi di sela kegiatan padat didampingi Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho dan Karo KLI, Mochammad Arief Cahyono pada Sabtu (21/2).

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong sekaligus mendukung Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) untuk memindai dan menerjemahkan lebih banyak buku berbahasa asing tentang pertanian ke dalam Bahasa Indonesia, untuk mendukung tercapainya swasembada pangan nasional.

Arahan tersebut dikemukakan Mentan Amran Sulaiman saat mengunjungi BB Pustaka di Kota Bogor, Jawa Barat, didampingi Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP; Karo Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementan, Mochammad Arief Cahyono dan sejumlah pejabat Kementan pada Sabtu (21/2).

"Aku mendorong serta mendukung para pustakawan BB Pustaka untuk memindai dan menerjemahkan lebih banyak buku berbahasa asing, khususnya buku pertanian berbahasa Belanda ke Bahasa Indonesia," katanya.

Menurut Mentan Amran, terjemahan buku asing tentang pertanian akan memperkaya khazanah literasi pertanian, sehingga dapat mendukung buku-buku dan literasi pertanian yang diterbitkan di Indonesia.

Upaya menerjemahkan buku-buku asing tentang pertanian ke Bahasa Indonesia dikemukakan oleh Mentan Amran Sulaiman usai melihat koleksi buku langka BB Pustaka, khususnya Antiquariat (buku kuno) berjudul Historia Generalis Plantarum karya Jacques Dalechamps, naturalis asal Lyon, Prancis yang diterbitkan pada penghujung abad ke-16, tepatnya tahun 1586.

Kabalai Pustaka, Eko Nugroho melaporkan pada Mentan Amran Sulaiman bahwa buku Historia Generalis Plantarum karya Jacques Dalechamps sebagai koleksi buku tertua BB Pustaka. Sementara koleksi Antiquriat pada BB Pustaka sebanyak 6.714 judul terkait botani, sejarah dan etnografi.

"Koleksi khusus berupa Herbarium Amboinese terbitan 1750 dan Flora Indica terbitan 1768. Koleksi BB Pustaka juga didukung koleksi digital online sebanyak 3.331 judul," katanya.

Dorongan dan dukungan Mentan Amran Sulaiman pada pustakawan BB Pustaka untuk menerjemahkan literasi asing, ungkap Eko Nugroho, menjadi pemicu bagi jajarannya untuk mendukung pembangunan pertanian nasional mewujudkan tercapainya swasembada pangan di seluruh Indonesia.

Mengutip arahan Mentan, Eko Nugroho mengakui literasi pertanian bukan sekadar aktivitas membaca atau mengakses informasi. Literasi harus diposisikan sebagai instrumen pembangunan, sarana menghubungkan ilmu pengetahuan, kebijakan dan praktik pertanian di lapangan.

"Tujuannya, menjadikan literasi sebagai bagian dari strategi besar mendukung swasembada pangan nasional. Literasi pertanian menjadi guidance pembangunan pertanian menuju swasembada pangan," kata Mentan Amran.

Pusat Pengetahuan Pertanian
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berpendapat senada tentang peran penting BB Pustaka bagi pengetahuan pengetahuan pertanian, yang diharapkan menjadi agricultural knowledge center (pusat pengetahuan pertanian).

"BB Pustaka harus bertransformasi dari pusat dokumentasi menjadi penyedia informasi cepat, akurat dan mudah diakses oleh petani, penyuluh dan masyarakat," kata Santi, sapaan akrab Kabadan SDM.

Dia mendorong BB Pustaka terus memperbarui koleksi dan publikasi, serta diharapkan menghasilkan lebih banyak e-book yang dapat dimanfaatkan di lapangan.

Dengan banyaknya informasi yang beredar, ungkap Santi, Kementan harus memberikan literasi yang baik. BB Pustaka menjadi institusi kunci dalam mendukung swasembada pangan melalui dukungan literasi pertanian.

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro menjelaskan bahwa BB Pustaka kini mengelola perpustakaan, literasi, repository ilmiah, dan layanan informasi pertanian nasional.

"BB Pustaka berkomitmen menjadi pusat pengetahuan pertanian yang modern, adaptif dan mudah diakses, didukung akreditasi A selama dua periode," ungkapnya.

Eko Nugroho menambahkan, BB Pustaka berupaya meningkatkan peran perpustkaan pertanian sebagai jembatan pengetahuan antara riset, kebijakan, inovasi, dan praktik lapangan. 

"Dengan banyaknya informasi yang beredar, BB Pustaka berupaya memberikan literasi yang baik sekaligus menjadi institusi kunci mendukung swasembada pangan,” ungkapnya lagi. [ferdi/zuhdi/shinta/timhumas bbpustakakementan]

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BB Pustaka seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.