Dukung Akses Literasi Pertanian, Kementan Buka Akses Jurnal Internasional
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Akses informasi pertanian kini bukan lagi hal sulit. Kolaborasi antara Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat dan Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) di Lembang, Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (7/4).
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan, kolaborasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) ini menjadi bukti nyata bahwa literasi pertanian semakin mudah dijangkau.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya orientasi pelayanan publik dibidang pertanian untuk mendorong kesejahteraan petani.
“Saya telah menginstruksikan pada seluruh pegawai Kementan, termasuk saya adalah pelayan rakyat. Sebab pelayanan publik adalah kunci keberhasilan sektor pertanian,” tegasnya.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berharap agar seluruh ASN menerapkan nilai-nilainya dalam setiap tugas sehari-hari.
"Menjaga reputasi institusi dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel," katanya.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro diwakili Ketua Tim Kerja (Katimker) Layanan Perpustakaan, Sutarsyah mengatakan, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan akses terhadap jurnal internasional menjadi salah satu layanan unggulan perpustakaan yang kini dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
"Melalui dukungan BB Pustaka maka petani, penyuluh, peneliti dan mahasiswa dapat memperoleh referensi ilmiah terkini secara lebih cepat dan praktis," katanya.
Layanan tersebut, ungkap Sutarsyah, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan public di bidang pertanian.
Sutarsyah mengutip arahan Kabalai, menjelaskan bahwa BB Pustaka hadir sebagai pusat informasi pertanian yang dapat diandalkan.
“BB Pustaka menyediakan informasi berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan dan mendukung peningkatan kompetensi dalam pekerjaan,” jelasnya.
Kolaborasi Strategis
Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Jawa Barat, Yadi Supriyadi, berharap kerja sama ini bisa memberi dampak nyata, melalui pertemuan, diharapkan sinergi semakin meningkat untuk berkontribusi terhadap swasembada pangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai profil BB Pustaka, sejarah, serta program unggulan yang dimiliki. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi tentang cara mengakses informasi pertanian, yang langsung dibarengi dengan praktik. Pada sesi ini, suasana terlihat sangat interaktif dan peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan.
Antusiasme peserta terlihat saat praktik akses jurnal ilmiah, khususnya melalui platform EBSCO dan ProQuest. Banyak peserta yang aktif mencoba langsung dan mengajukan pertanyaan terkait cara menelusuri informasi yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka.
Kegiatan diikuti oleh pegawai BRMP Jawa Barat dan beberapa penyuluh pertanian. Pertemuan ini jadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi, khususnya dalam pemanfaatan informasi pertanian yang akurat dan terpercaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin terbiasa dan mandiri dalam mencari informasi dari sumber terpercaya. Dengan begitu, informasi yang diperoleh tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam mendukung kinerja di bidang pertanian. [tari/shinta/timhumas bbpustaka]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
