Siap Swasembada, Kementan Perkuat Literasi Brigade Pangan Pandeglang
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Pandeglang, Banten (B2B) - Di tengah tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks, penguatan kapasitas Brigade Pangan (BP) menjadi langkah strategis yang tak bisa ditunda. Pemanfaatan akses informasi dan pengetahuan, Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) membekali BP melalui sosialisasi layanan perpustakaan, Selasa (31 /03/2026) di Desa Cisereh, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro memgatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis memperkenalkan layanan perpustakaan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber informasi pertanian yang relevan untuk mendukung kegiatan di lapangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan peningkatan produksi pangan utama, khususnya beras, sebagai langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan.
Salah satu upaya yang terus didorong adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan BP guna mempercepat pencapaian target tersebut.
“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” katanya
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebut Brigade Pangan sebagai sistem kolaboratif berbasis pemberdayaan."Mereka bukan sekadar pelaksana, tapi mitra strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional," ujarnya.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP diwakili Ketua Tim Kerja (Katimker) Layanan Perpustakaan, Sutarsyah mengatakan sejalan dengan peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, literasi informasi dinilai menjadi kunci meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di sektor pertanian.
"Pentingnya pemanfaatan layanan perpustakaan sebagai sumber informasi terpercaya dalam mendukung kegiatan pertanian," katanya.
Sutarsyah menambahkan, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, demonstrasi akses sumber informasi, serta diskusi interaktif.
“Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai layanan yang tersedia, mulai dari koleksi pustaka, Repository Pertanian, hingga sumber informasi digital yang dapat diakses secara mudah dan terbuka,” ujarnya
Pada sesi praktik, peserta dibimbing secara langsung untuk menelusuri dan memanfaatkan sumber informasi pertanian berbasis digital, sehingga mampu mengakses informasi secara mandiri sesuai kebutuhan di lapangan.
Hal itu sejalan dengan komitmen BB Pustaka menghadirkan layanan informasi yang mudah diakses, relevan, dan berdampak luas bagi insan pertanian.
Peran Penyuluh
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain kebutuhan varietas unggul yang produktif namun masih terkendala ketersediaan, serta perlunya varietas yang sesuai dengan kondisi spesifik wilayah.
Selain itu, minat terhadap pemanfaatan pupuk organik cukup tinggi, namun masih menghadapi persaingan dengan pupuk kimia dari sisi harga.
Peserta kegiatan merupakan anggota BP Garuda Tani dan Brigade Pangan Nusantara Jaya yang berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayahnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh penyuluh pertanian serta Babinsa yang turut berperan dalam pendampingan dan penguatan kegiatan pertanian di tingkat lapangan.
Pemanfaatan Limbah
Peserta juga mengusulkan adanya pelatihan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah seperti eco enzyme, sebagai alternatif peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
Di sisi lain, kebutuhan akan literasi pengelolaan keuangan dan akses permodalan juga menjadi perhatian, mengingat kegiatan BP membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai.
Menanggapi hal tersebut, BB Pustaka mendorong optimalisasi peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan diseminasi informasi pertanian yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan BP semakin mampu memanfaatkan sumber informasi pertanian secara optimal, sehingga dapat meningkatkan efektivitas kegiatan di lapangan serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. [shinta/timhumas bbpustaka]
Pandeglang of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
