Dorong Profesionalisme ASN, Kementan Perluas Literasi Pengetahuan
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Serang, Banten (B2B) - Dalam era pertanian berbasis pengetahuan, akses terhadap informasi ilmiah menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas kinerja aparatur negara, khususnya pada Kementerian Pertanian RI (Kementan)
Menjawab kebutuhan tersebut, Kementan melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) hadir memperluas akses pengetahuan bagi ASN pertanian dengan menggelar kegiatan 'Literasi Informasi Pertanian' di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten di Serang pada Senin (30/3).
Kegiatan yang mengangkat tema 'Cara Akses Informasi di Web Repositori Pertanian dan Jurnal EBSCO' bertujuan meningkatkan kemampuan peserta mencari, mengelola dan memanfaatkan informasi pertanian secara efektif guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir, bekerja kreatif, dan berintegritas demi kemajuan bangsa. Pemanfaatan informasi dengan efektif bisa menjadi cara generasi muda mengubah pola pikirnya.
"Pencapaian dan kesuksesan generasi muda merupakan kebanggaan bangsa perlu terus dipertahankan. Keberhasilan bangsa lahir dari generasi berprinsip, beradab dan berintegritas," katanya.
“Bekerja keras 15 hingga 20 jam per hari. Tidak takut terhadap tekanan. Struggle now, enjoy later. Kalau kalian kerja keras hari ini, maka 15 tahun lagi kalian akan menuai kebahagiaan. Kalau kalian main-main sekarang, penderitaan akan menjemput di masa tua,” pesannya.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa inovasi serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci dalam mendukung program prioritas Kementan, terutama mengantisipasi potensi darurat pangan.
BB Pustaka
Kepala BB Pustaka Kementan, Eko Nugroho Dharmo Putro diwakili oleh Ketua Tim Kerja Layanan Perpustakaan, Sutarsyah mengingatkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis.
"Sebagai penyedia data yang kredibel serta sumber informasi yang dapat diandalkan dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan," katanya.
Mengutip arahan Kabalai, Sutarsyah menambahkan, Perpustakaan juga berfungsi sebagai knowledge, yang berperan mendukung peningkatan kompetensi SDM lingkup Kementan.
Ketua Kelompok Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Banten, ST Rukmini menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, seraya mendorong seluruh peserta memanfaatkan jurnal yang telah dilanggan secara optimal.
Rukmini menekankan, akses terhadap sumber ilmiah tersebut dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan karya tulis, khususnya bagi penyuluh pertanian di wilayah Banten.
Kegiatan diikuti oleh sejumlah pejabat fungsional lingkup BRMP Banten seperti Penyuluh, Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), Pengawas Benih Tanaman (PBT), Analis Standardisasi (Asta), Perencana dan Analis SDM Aparatur.
Rukmini mengharapkan para peserta mampu mengoptimalkan akses terhadap sumber informasi digital, khususnya melalui repositori pertanian dan jurnal internasional seperti EBSCO, sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja serta kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian di wilayah Banten. (Muhamad Zuhdi/Shinta)
Serang of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
