Polbangtan Kementan Sasar Usia Dini untuk Kenali Pertanian melalui Agroeduwisata

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Polbangtan Kementan Sasar Usia Dini untuk Kenali Pertanian melalui Agroeduwisata
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan Kementan berupaya mengenalkan dan memberi contoh langsung tentang praktik apa dan bagaimana dunia pertanian itu bekerja, dengan cara yang menyenangkan.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI khususnya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) pada Polbangtan Bogor kembali membuka pintunya bagi generasi muda melalui kegiatan Agroeduwisata yang dimanfaatkan oleh siswa SDIT QA Baitussalaam Bogor pada Rabu (4/2). 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan kunjungan ke Agroeduwisata menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini melalui konsep bermain, belajar, dan rekreasi edukatif.

Pengembangan Agroeduwisata diapresiasi oleh Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas inisiatif edukasi bagi generasi muda, seraya menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap pertanian sejak dini.

“Pertanian adalah masa depan bangsa. Ketika anak-anak diperkenalkan lebih awal, mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa pangan itu strategis dan petani adalah profesi mulia," katanya. 

Mentan Amran mendorong kampus-kampus vokasi seperti Polbangtan untuk terus menghadirkan pembelajaran kreatif dan inspiratif bagi generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa melalui pengalaman langsung pada Agroeduwisata, anak-anak tidak hanya belajar teori, juga dari aktivitas nyata. 

“Harapannya akan tumbuh rasa cinta, kepedulian dan kebanggaan terhadap pertanian. Ini investasi jangka panjang bagi keberlanjutan sektor pangan kita,” jelasnya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Agroeduwisata dirancang sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap sektor pertanian dengan pendekatan yang ramah anak. 

"Melalui pengalaman langsung di lapangan, para siswa diajak memahami peran strategis pertanian dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya pangan bagi keberlangsungan bangsa," katanya.

Kegiatan agroeduwisata dinilai efektif dalam menciptakan kedekatan emosional antara anak-anak dan dunia pertanian. 

Yoyon Haryanto menambahkan, sebagai bagian dari komitmen Polbangtan Bogor memberikan edukasi pertanian sejak dini, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi peserta didik. 

Menurutnya, Agroeduwisata bertujuan mengenalkan praktik dan sistem pertanian secara langsung kepada anak-anak. Manfaat kegiatan sangat besar bagi peserta didik. 

"Kami ingin mengenalkan dan memberi contoh langsung tentang praktik apa dan bagaimana dunia pertanian itu bekerja. Dengan cara yang menyenangkan, anak-anak bisa menyerap wawasan baru seraya melihat bahwa pertanian itu menarik,” katanya.

Belajar Bertani
Dalam kunjungan tersebut, para siswa berkeliling area pertanian menggunakan traktor roda empat, melakukan praktik perbanyakan tanaman, menanam bibit cabai, serta memanen cabai secara langsung. 

"Melalui kegiatan ini, siswa belajar memahami tahapan budidaya tanaman, mulai dari penanaman, pemupukan, penyiraman, perawatan, hingga menghasilkan panen. Hasil tanaman yang mereka praktikkan pun dapat dibawa pulang sebagai buah tangan," ungkap Yoyon Haryanto. 

Dengan pendampingan tenaga pengajar Polbangtan Bogor, para siswa juga mengunjungi berbagai fasilitas pembelajaran seperti Teaching Factory (TeFa), lahan Integrated Farming System (IFS) dan area Smart Greenhouse

"Dari Agroeduwisata ini, Polbangtan Bogor berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus menanamkan kesadaran pada generasi muda bahwa sektor pertanian memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup manusia, serta mendorong lahirnya generasi yang mendukung pertanian unggul dan berkelanjutan di masa depan. [and/wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.