Gerakan ASRI Polbangtan Kementan, Wujudkan Lingkungan Kampus Aman, Sehat, Resik dan Indah

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Gerakan ASRI Polbangtan Kementan, Wujudkan Lingkungan Kampus Aman, Sehat, Resik dan Indah
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan kerja bakti menjadi wujud nyata komitmen bersama seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan kampus yang kondusif dan berkelanjutan.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI khususnya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) pada Polbangtan Bogor melaksanakan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah disingkt ASRI melalui kegiatan Kerja Bakti Bersama yang berlangsung pada Jumat (6/2). 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan Kerja Bakti Bersama diikuti oleh seluruh elemen kampus, baik mahasiswa maupun pegawai dan dilaksanakan serentak di lingkungan Polbangtan Bogor.

Gerakan ASRI merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran BPPSDMP Kementan tentang Gerakan ASRI di lingkungan Kementan. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja dan belajar aman, bersih, sehat, tertib, serta hijau dan nyaman secara berkelanjutan.

Kegiatan Kerja Bakti Bersama sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan kerja menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang produktif dan profesional. 

“Lingkungan yang aman, sehat, bersih dan indah akan membentuk karakter SDM pertanian yang disiplin dan  bertanggung jawab. Siap menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan. Gerakan seperti ASRI harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Gerakan ASRI merupakan bagian penguatan budaya kerja dan pembinaan karakter di lingkungan pendidikan vokasi pertanian. 

“ASRI bukan hanya tentang kebersihan fisik, juga mencerminkan budaya kerja tertib, disiplin dan berorientasi pada pelayanan prima. Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi harus menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai tersebut,” katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan kerja bakti menjadi wujud nyata komitmen bersama seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan kampus yang kondusif dan berkelanjutan. 

“Gerakan ASRI kami maknai sebagai upaya membangun kesadaran kolektif. Keterlibatan aktif mahasiswa dan pegawai menunjukkan bahwa menjaga kebersihan, kerapian dan kenyamanan lingkungan kampus adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Yoyon Haryanto menekankan bahwa lingkungan kampus yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter mahasiswa. 

“Kami berharap Gerakan ASRI ini terus dilaksanakan secara konsisten, sehingga menjadi budaya kampus yang mendukung terciptanya lulusan pertanian yang unggul, berkarakter, dan siap melayani masyarakat,” tambahnya.

Melalui Gerakan ASRI, ungkap Yoyon Haryanto, Polbangtan Bogor berkomitmen menghadirkan kampus yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai bagian dari upaya mendukung proses pembelajaran yang optimal serta pelayanan pendidikan yang maksimal.

"Dengan semangat kebersamaan, seluruh civitas akademika Polbangtan Bogor diharapkan terus menyukseskan Gerakan ASRI sebagai gerakan berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan kerja dan belajar yang aman, sehat, resik, dan indah," katanya lagi. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.