Sinergi Pemprov Sumsel, Kementan Sukseskan Program CSR Banyuasin
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produksi padi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian. Kementan sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung swasembada pangan, salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala SMK PP Negeri Banyuasin, Budi Santoso mengatakan pembukaan lahan sawah baru merupakan program pemerintah, dalam upaya mendukung gerakan percepatan tanam pada lokasi CSR di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin pada Jumat (27/3/26).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan harapannya agar Program CSR mampu memberikan dampak signifikan bagi kemandirian pangan.
"Kita menargetkan cetak sawah ini menghasilkan setidaknya dua hingga tiga kali panen dalam satu tahun. Potensi alam yang subur dan air melimpah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan," katanya.
Mendukung arahan Mentan Amran Sulaiman, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, kegiatan CSR merupakan langkah strategis mendukung Swasembada Pangan yang berkelanjutan.
"Lahan-lahan yg sudah dicetak di lokasi CSR harus segera ditanam, Mentan konsen sinergi dengan stakeholder untuk swasembada pangan, tantangan di depan mempertahankan lumbung pangan nasional sehingga bisa menjadi lumbung pangan dunia," katanya.
SMK PP Negeri Sembawa
Kepala SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa selaku Pj Brigade Pangan Sumatera Selatan Budi Santoso turut menghadiri Kegiatan Tanam Padi Serentak di lokasi CSR.
Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) pada kegiatan tersebut menyatakan komitmen untuk mendukung program Kementan.
"Capaian peringkat ketiga produksi pangan secara nasional, tentunya tidak lepas dari kontribusi kabupaten di Sumsel khususnya Banyuasin yang berhasil menjadi kabupaten tertinggi dalam peningkatan produksi pangan," katanya.
Selanjutnya HD meminta kepada para pejabat dari tingkat provinsi maupun daerah serta para penyuluh pertanian untuk terus membangun semangat para petani agar lahan cetak sawah yang baru dibangun langsung bisa ditanam dengan bibit - bibit padi.
HD juga berharap agar pemerintah pusat khususnya Kementan bisa membantu daerah terkait dengan status lahan yang dimiliki di Sumsel agar proses administrasinya bisa segera diselesaikan sehingga tidak menghambat para petani untuk menanamnya.
Sementara itu, Staf Ahli Mentan, Ali Jamil menjelaskan bahwa kegiatan tanam benih padi merupakan agenda tahun 2025 yang belum terselesaikan, sehingga masih diberikan waktu untuk bisa segera diselesaikan tahun ini, dengan batas waktu sampai 31 Maret 2026.
Maka dari itu, dirinya sangat berharap pemerintah daerah khususnya Kabupaten Banyuasin yang saat ini telah dibuka lahan baru untuk segera melakukan proses penanaman pada lahan-lahan yang telah siap.
"Sumsel merupakan salah satu daerah yang sangat diharapkan oleh Mentan Amran pada program cetak sawah, sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pangannya guna memenuhi kebutuhan nasional serta mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia", pungkasnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementan Muhammad Amin menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan Program CSR, untuk meningkatkan produksi padi dan mewujudkan swasembada pangan.
Pendekatan ini melibatkan modernisasi pertanian, keterlibatan generasi muda (Brigade Pangan), dan penguatan SDM.
Turut hadir pada kegiatan tanam lokasi CSR di Kecamatan Rambutan Turut hadir Stafsus Bidang Kebijakan Pertanian Kementan Sam Herodian, Danrem Gapo/044 Brigjen TNI Khabib Mahfud, Bupati Banyuasin, Kepala Dinas Pertanian TPH provinsi Sumatera Selatan, Direktur Perlindungan Tanaman selaku PJ Swasembada Pangan Prov Sumatera Selatan, Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Banyuasin, Kepala BRMP Sumsel. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
