Terharu Kisah Maba Unismuh Ditinggal Ayah sejak Kecil, Mentan Amran beri Bantuan

Indonesian Agriculture Ministee Helps Student for Tuition Fees

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Terharu Kisah Maba Unismuh Ditinggal Ayah sejak Kecil, Mentan Amran beri Bantuan
BPPSSMP KEMENTAN: Mentan Amran memberikan santunan untuk membayar biaya tempat tinggal selama tiga tahun masa perkuliahan. Dia meminta pihak Unismuh membantu mencarikan kos yang layak bagi Harlen dan memastikan biaya tersebut akan dibantu melalui kantornya.

 

Makassar, Sulsel (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman terharu mendengar kisah Harlen, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang menjalani hidup sebagai piatu dan telah ditinggal ayah sejak kecil. 

Di tengah keterbatasan, Harlen tetap berjuang melanjutkan pendidikan dan tinggal di asrama karena tidak sanggup membayar biaya kos.

Mentan Amran yang mendengar kisah tersebut langsung memberikan perhatian kepada Harlen. Dengan penuh haru, Mentan Amran menyampaikan pesan kepada ayah Harlen melalui kamera agar mengetahui bahwa anaknya kini sedang berjuang menuntut ilmu dan terus mendoakannya.

“Pak Hilo, anakmu sedang berjuang, ada di sini. Insyaallah dia akan mengangkat nama baikmu dan dia selalu mendoakan, dia mencarimu. Pak Hilo, berilah kasih sayang kepada mereka. Ini anakmu sedang berjuang menuntut ilmu untuk mengangkat nama baik Bapak. Dia rindu,” kata Mentan Amran seraya mengarahkan pandangannya ke kamera, seolah menyampaikan pesan tersebut langsung kepada ayah Harlen, saat menghadiri Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Unismuh Makassar, Sabtu (12/9).

Harlen merupakan mahasiswa baru asal Bone yang datang ke Unismuh sebagai utusan pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Salomekko. Karena keterbatasan biaya, ia kini tinggal di asrama yang dibantu oleh seorang ustaz.

Biaya Kos

Mendengar kondisi tersebut, Mentan Amran memberikan santunan untuk membayar biaya tempat tinggal selama tiga tahun masa perkuliahan.

Dia meminta pihak Unismuh membantu mencarikan kos yang layak bagi Harlen dan memastikan biaya tersebut akan dibantu melalui kantornya.

“Nanti kosannya cari di sini, nanti bayarnya tiga tahun dari kantor saya. Nanti staf Unismuh kontak kantor saya, carikan kosan, lunasi tiga tahun. Jadi aman tiga tahun ya, Nak,” ujar Mentan Amran.

Setelah mengetahui kebutuhan makan Harlen selama tinggal di asrama juga telah ditanggung, Mentan Amran meminta mahasiswa tersebut menyimpan bantuan yang diterimanya sebagai bekal untuk masa depan.

“Udah, simpan saja, itu untuk beasiswa,” katanya.

Mentan Amran juga berpesan agar Harlen tidak menyimpan dendam kepada ayahnya. Ia meminta mahasiswa tersebut tetap berprasangka baik dan terus mendoakan kedua orang tuanya.

“Doakan bapakmu yang tinggalkan, jangan dendam. Karena mungkin kesulitan sehingga dia cari rezeki. Kita berprasangka baik. Doakan ibumu yang sudah meninggal. Doakan terus ya,” pesan Mentan Amran.

Penghafal Alquran

Selain memberikan perhatian kepada Harlen, Mentan Amran juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa penghafal Al-Qur’an. 

Ia menyampaikan bantuan bagi para hafiz sekaligus meminta mereka mendoakan perjuangan pemerintah dalam membangun pertanian dan bangsa.

Ia juga memberikan bantuan kepada sejumlah mahasiswa yatim piatu yang mengalami kesulitan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan dan meraih masa depan.

Kepada para mahasiswa, Mentan Amran berpesan agar setiap kesulitan dalam hidup tidak dijadikan alasan untuk menyerah. Menurutnya, perjuangan dan tekanan justru dapat membentuk karakter seseorang menjadi lebih kuat.

“Orang yang menderita, orang yang mendapat tekanan, itulah calon pendekar. Yang kita senangi di dunia adalah berlian, itu ada di perut bumi, tekanan 3.500 derajat Celcius. Anda mau jadi berlian atau lumpur. Anda berjuang, jangan pernah mengeluh,” tegasnya.

Mentan Amran menilai kesuksesan tidak mengenal latar belakang seseorang. Karena itu, mahasiswa diminta percaya diri, bekerja keras, menjaga karakter, dan konsisten mengejar cita-cita.

“Sukses tidak mengenal latar belakang. Siapa pun berhak. Apalagi di Unismuh, anda sudah digembleng. Jadi tergantung anda,” ujarnya.

Ia berharap perhatian dan bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi para mahasiswa untuk terus belajar, menyelesaikan pendidikan, serta kelak mengangkat nama baik keluarga dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ayo kita berjuang bersama untuk umat, bangsa, negara yang kita cintai,” pungkas Mentan Amran. [esap/timhumas bppsdmpkementan]

 

 

 

 

 

 

Jakarta [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.