Dukung Unismuh Bangun Usaha Pertanian, Mentan: "Manfaatkan Lahan Produktif"
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Agriculture Ministry
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Makassar, Sulsel (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka peluang bagi mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) untuk terjun langsung ke sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan produktif.
Kementerian Pertanian RI (Kementan) siap mendukung pengolahan tanah dan pendanaan untuk sejumlah komoditas strategis, seperti kakao, mete dan jagung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, juga mampu menciptakan sumber penghasilan melalui sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Hal itu disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (12/9).
“Kalau ada lahan kami siapkan. Yang kami anggarkan sekarang ada kakao, mete, jagung, itu gratis pengolahan tanahnya, tunjuk aja tanahnya kami siapkan pendanaannya,” kata Mentan Amran.
Dia mengatakan bahwa skema tersebut terbuka untuk dikolaborasikan dengan pihak kampus. Ia meminta Rektor Unismuh berkomunikasi dengan jajaran Kementan untuk menindaklanjuti potensi lahan yang dapat dikembangkan.
“Pak Rektor nanti komunikasi dengan Pak Dirjen dan Pak Kepala Badan yang saya bawa. Boleh. Kita ini harus kolaborasi. Kita harus produktif,” katanya.
Kemandirian Ekonomi
Menurut Mentan Amran, sektor pertanian memiliki ruang yang sangat luas bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi.
Dia menilai tidak semestinya ada anak muda yang merasa tidak memiliki pekerjaan selama masih tersedia lahan dan peluang usaha yang dapat dikembangkan.
“Jadi sebenarnya tidak ada kata menganggur. Negara kita ini besar yang penting mau kerja. Persoalannya kalau pilih-pilih kerja,” ujar Mentan Amran.
Ia mencontohkan komoditas seperti kopi dan kakao yang dinilai memiliki prospek ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik.
Bahkan, menurutnya, pendapatan dari usaha pertanian pada skala tertentu dapat melampaui penghasilan pekerjaan formal.
“Bertani itu kalau kita tanam 2-3 hektare atau 5 hektare apalagi kopi, kakao, itu penghasilannya di atas pegawai negeri yang baru diterima.
"Bahkan kemarin ada yang ikut pertanian modern itu pendapatannya Rp20 juta, di atas gaji menteri,” ungkapnya.
Sektor Strategis
Mentan Amran mengajak generasi muda untuk melihat pertanian bukan sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai sektor strategis yang dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus kekuatan ekonomi bangsa.
“Jadi kalau ada orang mengatakan ’saya menganggur’ itu tidak masuk akal bagi kami karena kami juga pernah alami, kami kerja dari desa, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hortikultura sangat luas,” katanya.
Di sisi lain, kunjungan Mentan Amran ke Unismuh juga menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan karakter generasi muda.
Dia mengapresiasi kepedulian kampus terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan, termasuk mahasiswa yatim piatu dan para penghafal Al-Qur’an.
Mentan Amran memberikan bantuan ke sejumlah mahasiswa baru yang merupakan penghafal Al-Qur’an ataupun yatim-piatu.
Bantuan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak muda yang sedang berjuang menempuh pendidikan.
“Itu anak kita yang lagi berjuang. Tapi dia adalah yatim piatu, tidak ada bapak, tidak ada ibu. Bahkan ada yang numpang."
"Alhamdulillah tadi kami memberikan beasiswa Rp10 juta satu orang yang tadi betul-betul tidak punya orang tua, kemudian anak-anakku yang lain Rp5 juta,” ucapnya.
Bangun Karakter
Mentan Amran menegaskan, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya melalui kemampuan akademik.
Karakter, kejujuran, kepedulian terhadap sesama, dan sikap antikorupsi harus ditanamkan sejak dini agar Indonesia memiliki generasi yang tangguh.
”Ini harus kita dorong. Kenapa? Moral karakter harus dibangun dari masa muda, dari masa kecil, dari mahasiswa harus kita bangun.
"Harus bermental jujur, harus berkarakter kuat, harus peduli pada sesama, antikorupsi, jangan mengambil kalau bukan hakmu,” jelasnya.
Mentan Amran berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda dapat melahirkan lebih banyak anak muda yang produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kesimpulannya kalau kita tidak mau menganggur, bangunkan lahan tidur, bangunkan pemuda tidur, Indonesia menjadi superpower,” tegasnya. [esap/timhumas bppsdmpkementan]
Makassar of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
