Solusi Simpan Buah Segar, Siswa SMKPP Kementan Olah Lemon jadi Sirup

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Sembawa

Editor : Kemal A Praghotsa
Translator : Dhelia Gani


Solusi Simpan Buah Segar, Siswa SMKPP Kementan Olah Lemon jadi Sirup
SMKPP SEMBAWA: Siswa SMKPP Negeri Sembawa memanfaatkan buah jeruk lemon yang berlimpah mereka mengolah menjadi sirup lemon.

Sembawa, Sumsel [B2B] - Seiring dengan majunya perkembangan teknologi saat ini, generasi milenial dituntut untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Tak hanya berupa produk segar saja, namun produk pertanian dapat diolah untuk meningkatkan nilai tambahnya. Hal ini yang dilakukan oleh siswa SMK PP Negeri Sembawa, dengan memanfaatkan buah jeruk lemon yang berlimpah mereka mengolah menjadi sirup lemon. 

“Sektor pertanian itu sangat strategis, permasalahan di dalamnya juga sangat kompleks dan sangat mendalam, permasalahan terjadi tidak hanya sebatas di produksi, tetapi juga terjadi pada tahapan pascapanen," tegas Mentan.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan saat ini dibutuhkan SDM andal yang mampu membaca peluang pasar.

"SDM yang tentunya berdaya saing tinggi, berkompetensi dan jeli melihat potensi pasar," katanya.

Menurutnya, kunci keberhasilan sektor pertanian berfokus pada budidaya, proses panen, pasca panen hingga pemasaran.

Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni pada kesempatan yang berbeda pun menyatakan akan terus meningkatkan kegiatan pembelajaran pada prodi APHP yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, dan kedepan siswa dapat memanfaatkan ilmu yang didapat untuk melihat peluang bisnis pertanian.

Seperti kita ketahui bersama selain proses produksi, penanganan pascapanen sangat berperan dalam mempertahankan kualitas dan daya simpan buah-buahan. Penanganan pascapanen yang kurang hati-hati dan kurang tepat akan memperbesar jumlah kerusakan, selain kerusakan mekanis dan biologis, kehilangan susut bobot selama dalam penanganan mulai dari panen sampai ke pemasaran cukup tinggi berkisar antar 5% – 25% pada buah segar.

Buah lemon merupakan buah yang memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi Lemon, selain memiliki vitamin C, lemon juga mengandung zat gizi essesial, seperti karbohidrat [zat gula dan serat makanan], kalium, folat, kalsium, thiamine, niacin, vitamin B6, magnesium, fosfor, ribovlavin, tembaga, asam, pantottenat, dan senyawa fitokimia sehingga biasanya lemon sering digunakan sebagai penambahan rasa pada makanan maupun minuman.

Pranata Laboratorium Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian [APHP], Desi Apriyani menyatakan bahwa buah lemon memiliki karaketristik buah yang mudah rusak, salah satu usaha untuk memperpanjang umur simpan jeruk lemon dengan mengolah menjadi sirup buah. 

"Proses pembuatannya yaitu buah lemon dicuci dengan menggunakan air, iris bagi dua lalu ambil sarinya. Kemudian campur semua bahan [sari lemon, air dan gula pasir] masak dengan menggunakan api kecil hingga terjadi buih lalu angkat dan diamkan, setelah itu kemas dalam botol yang telah disterilisasi", jelas Desi.

Desi menambahkan rasa asam dan manis dari sirup lemon ini tentunya banyak mengandung manfaat dan faedah untuk menjaga kesehatan kita, terutama meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

Sembawa of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan, so the Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Limpo said.